Rabu, 07 November 2007

Menulis skripsi: wordprocessor vs documentprocessor?

Menulis skripsi/tesis/disertasi tidak sama dengan menulis surat atau naskah-naskah pendek yang tidak membutuhkan konsentrasi untuk menatanya. Namun, kebanyakan dari pengguna komputer memakai perangkatlunak tanpa mempertimbangkan fitur/task dari suatu perangkatlunak tersebut. Misalnya, kapan kita akan mengetik dengan wordprocessor dan kapan dengan documentprocessor? Atau mungkin anda belum pernah mendengar perbedaan di antara kedua istilah ini?

Kalau diterjemahkan secara word-to-word, istilah wordprocessor dapat diartikan sebagai pengolah kata sedangkan documentprocessor sebagai pengolah naskah/dokumen. Meskipun saat ini perangkatlunak pengolah kata telah dilengkapi dengan semacam template untuk mengolah suatu dokumen, namun prinsip dasarnya masih sebagai pengolah kata, bukan pengolah dokumen. Ada beberapa contoh perangkatlunak pengolah kata ini, misalnya MicrosoftWord, OpenOffice.org Writer, WordPerfect (entah masih ada atau tidak), KWord, dlsb. Sedangkan pengolah naskah, misalnya LaTeX, LyX, TeXmacs, dan ... ada satu lagi, lupa.

Btw, apa perbedaan kedua macam alat bantu penulisan ini? Dari artinya saja sudah jelas, bahwa pengolah kata akan mengolah naskah anda kata-demi-kata. Dalam hal ini konsistensi layout tidak 'dipaksa' oleh si perangkatlunak. Misalnya, meskipun anda telah memilih atau membuat template suatu buku, namun di sana-sini tiap komponen kata masih bisa anda ubah. Jadi, konsistensi hasil dari model penulisan semacam ini tidak bisa diandalkan. Berbeda dengan pengolah naskah. Perangkatlunak pengolah naskah juga menggunakan template atau makro untuk mengatur layout isi dari seluruh naskah. Untuk mengubah salah satu bagian kecil dari naskah membutuhkan suatu perintah khusus, dan ini biasanya jarang dilakukan... karena akan membuang-buang waktu. Di sini konsistensi komponen naskah dapat dijaga.

Bagaimana dengan menulis skripsi/tesis/disertasi? Tinggal anda pilih, mau capek-capek mengatur komponen naskah anda satu-per-satu atau biarkan perangkatlunak anda yang mengaturnya. Jika anda sangat sibuk, dan effort untuk mensunting naskah anda sangat sedikit, gunakan pengolah naskah... lupakan saja pengolah kata anda, he..he... Namun, ini juga butuh waktu untuk belajar, tetapi barangkali tidak sebanding dengan waktu yang akan anda keluarkan sebagai effort pada pemakaian pengolah kata.

Lalu, apa kelebihannya memakai pengolahnaskah? Ada banyak kelebihan selain makro seperti yang sudah disinggung di atas, misalnya, penomoran baik tabel maupun gambar secara otomatis, struktur naskah yang konsisten, acuan silang yang sangat tepat, citasi yang terintegrasi dengan daftar pustaka (dengan database). Kalau anda menggunakan pengolahkata, semua ini memerlukan effort yang tidak sedikit.

Selamat mencoba...!

1 komentar:

Eko Susanto mengatakan...

Sala kenal .... bravo geologi, gimana kalu kita bikin komunitas geoscience online untuk jadi media share dan discuss. Bravo. Sukses selalu.
http://Geology-Friendster.blogspot.com