<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373</id><updated>2011-11-10T00:55:32.579-08:00</updated><category term='bebatuan'/><category term='komputer'/><category term='eksploitasi'/><category term='mineralisasi'/><category term='geogaul'/><category term='bencana'/><title type='text'>GeoGaul (G&amp;G) Blog</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi tulisan ngalor-ngidul seputar geologi ekonomi, mineralogi/petrologi dan perangkatlunak komputer (perangkat aplikasi linux di Geologi)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-1906841071456865182</id><published>2011-03-10T00:00:00.000-08:00</published><updated>2011-03-10T20:11:48.635-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>Yang sering terabaikan pada gambar vektor</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Publikasi akan tidak menarik jika gambar yang ditampilkannya tidak tajam, entah karena pemilihan format gambar yang salah atau teknik konversi gambar yang tidak tepat. Pengolah kata, seperti MSWord, OpenOffice.org Writer, Abiword, Kword, dan Wordperfect umumnya tidak bisa membaca dan menampilkan file vektor terformat postscript dan sejenisnya. Dalam MSWord, gambar vektor akan disimpan dalam format WMF (Windows Metafile) yang mana gambar didapat dari menyalin dari perangkat lunak pembuatnya secara langsung, misalnya CorelDraw, dll. Tidak semua perangkat lunak pengolah vektor menyediakan fasilitas seperti itu. Oleh karena itu biasanya gambar harus diekspor ke format raster atau vektor (PDF atau EPS).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Adobe Reader menyediakan fasilitas untuk menyalin gambar untuk kemudian ditempelkan di naskah yang diolah dengan pengolah kata di atas. Namun, semua gambar yang disalin baik yang raster maupun vektor akan dikonversi ke format raster. Resolusi tergantung berkas aslinya ketika dimasukkan dalam naskah PDF. Kadang berkas gambar yang dimasukkan tidak bisa dipilih untuk disalin. Pada kasus ini bisa dilakukan dengan menggunakan menu &lt;tt&gt;Snapshot Tool&lt;/tt&gt; dari menu &lt;tt&gt;Tools&lt;/tt&gt; &gt; &lt;tt&gt;Selet &amp;amp; Zoom&lt;/tt&gt;, kemudian menyalinnya dan menempelkannya di naskah. Cara ini mempunyai kelemahan, yaitu resolusi gambar tergantung resolusi layar, yaitu sekitar 96dpi. Kalau gambar yang disisipkan dengan cara ini dicetak akan menghasilkan gambar yang tidak tajam (blur).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Cara yang paling mudah adalah dengan membuka file PDF yang mengandung gambar dengan perangkat lunak GIMP (GNU Image Manipulation Program). Perangkat ini dapat dijalankan hampir di semua platform Sistem Operasi (Linux, Windows, MacOS X, Solaris, BSD, dll). Salah satu keunggulan perangkat lunak ini, dibandingkan Photoshop bajakan adalah kemampuannya membaca hampir semua format gambar raster, dan vektor terutama EPS dan PDF. Resolusi gambar ketika dibaca dapat diatur sesuai kebutuhan. Misalnya, gambar untuk website tidak perlu dengan resolusi 300dpi atau 600dpi, cukup 96dpi atau 72dpi. Untuk keperluan publikasi cetak, gambar sebaiknya dibaca dengan resolusi minimal 300dpi, 600dpi lebih baik. Setelah diatur ukurannya dengan mengkrop yang perlu saja, gambar sebaiknya disimpan dalam &lt;a href="http://warmada.blogspot.com/2010/11/format-gambar-untuk-publikasi-haruskah.html"&gt;format PNG&lt;/a&gt; (Portable Network Graphics).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Selamat berkreasi...:).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-1906841071456865182?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/1906841071456865182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=1906841071456865182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1906841071456865182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1906841071456865182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2011/03/yang-sering-terabaikan-pada-gambar.html' title='Yang sering terabaikan pada gambar vektor'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-4539979319038812646</id><published>2011-03-07T11:20:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T11:59:39.787-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bebatuan'/><title type='text'>Mendeskripsi batuan beku</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Untuk menentukan nama suatu materi bumi &lt;i&gt;(earth material)&lt;/i&gt; diperlukan deskripsi yang komprehensif dan sistematis. Seringkali deskripsi suatu materi, misalnya batuan dianggap spele dimana ketika dibaca orang lain antara nama dan deskripsi tidak nyambung. Apa yang disampaikan pencandra tidak sampai ke pembaca. Misalnya, si pencandra merasa batuan yang dideskripsi adalah andesit, namun karena kesalahan deskripsi pembaca beranggapan bahwa batuan tersebut adalah bukan andesit. Suatu deskripsi yang baik ketika orang lain membacanya mempunyai maksud yang tepat sama. Jadi, ada sebuah kepastian...;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ada beberapa ketentuan yang bisa dijadikan pegagangan, misalnya deskripsi tidak harus komplek (ruwet), melainkan mudah atau dengan memakai istilah yang sederhana. Misalnya, deskrispi batuan beku harus memuat beberapa hal, seperti warna, struktur (aliran, kekar kolom, kekar lembaran, dll. kalau tampak), tekstur yang tampak seperti ukuran butir (rentang dalam milimeter), sifat porfiritik, derajat kristalinitas, bentuk kristal, dan hubungan antar kristal. Juga dicatat proporsi mineral gelap dan mineral terang, mineral penciri yang khas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Contoh: batuan berwarna abu-abu kemerahan, struktur masif, tekstur fanero porfiritik, dengan ukuran butir 1-4 mm, holokristalin, bentuk kristal anhedra-subhedra. Fenokris tersusun oleh ortoklas, plagioklas dan kuarsa, sedangkan massadasar tersusun oleh plagioklas dan biotit. Proporsi mineral terang lebih banyak daripada gelap (ini kalau mau menambahkan istilah leucokratik atau melanokratik, nantinya). Dari deskripsi yang sederhana ini kita akan dapat menjawab parameter utama untuk menyelesaikan masalah petrogenesanya. Deskripsi yang lebih kompleks akan diteruskan di pengamatan petrografi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;u&gt;Catatan&lt;/u&gt;: seorang &lt;b&gt;engineer&lt;/b&gt; tidak akan menggunakan satuan pengukuran relatif, seperti halus, sedang atau kasar. Gunakan satuan yang pasti!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-4539979319038812646?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/4539979319038812646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=4539979319038812646' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/4539979319038812646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/4539979319038812646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2011/03/mendeskripsi-batuan-beku.html' title='Mendeskripsi batuan beku'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-1710836380739184756</id><published>2010-11-20T19:21:00.000-08:00</published><updated>2010-11-20T19:43:52.532-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>Format gambar untuk publikasi: Haruskah JPEG?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Setelah 'mengundurkan diri' dari mengajar matakuliah Geokomputasi, tampaknya pemilihan format gambar untuk Tugas Akhir atau karya tulis mahasiswa masih dianggap masalah sepele. Sebagian besar mahasiswa masih menggunakan format gambar secara sembarangan atau asal-asalan belum lagi resolusinya. Mereka memilih format JPEG untuk semua jenis gambar. Yah mirip seperti orang pada umumnya mengetik apapun harus memakai Micro$oft Word, hehe. Begitu juga dengan pemilihan format gambar, apapun gambarnya formatnya JPEG. Kayak iklan aja, cape deh..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Di tulisan yang lain saya pernah menjelaskan bagaimana resolusi gambar yang optimal untuk suatu media (presentasi, publikasi, dll). Pada tulisan ini saya ingin berbagi mengenai format gambar apakah yang tepat untuk keperluan publikasi (ilmiah). Ide ini muncul setelah men-&lt;i&gt;type set&lt;/i&gt; sebuah jurnal geologi di mana sebagian gambar yang dikirim penulisnya tidak sesuai standard &lt;i&gt;publishing&lt;/i&gt;. Seperti diuraikan di tulisan yang lain, gambar terdiri dari dua macam, yaitu raster dan vektor. Dalam suatu tulisan ilmiah bisa jadi suatu gambar dapat 'majemuk' (kombinasi raster dan vektor).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Di dunia pengolahan gambar terdapat beraneka macam format gambar, seperti TIFF, JPEG, PNG, BMP, GIF, WMF, EPS, PDF, SVG, dll. Dengan alasan iklan, format gambar natif suatu perangkat lunak tidak saya sebutkan..:). Btw, di luar resolusi gambar, pemilihan format gambar sangat berpengaruh pada hasil akhir suatu publikasi, apalagi publikasi cetak yang memerlukan ketepatan format dan resolusi. Jika kita bekerja dengan gambar vektor atau majemuk, maka format gambar seperti JPEG sebaiknya dihindari. JPEG yang terkompres &lt;i&gt;'loosy'&lt;/i&gt; sangat buruk ketika ada komponen vektor pada sebuah gambar, seperti titik, garis, atau ttfont. Ini sebenarnya bisa dimanipulasi dengan meninggikan resolusi gambarnya menjadi 600dpi atau lebih. Konsekuensinya berkas gambar menjadi sangat besar, bisa bermasalah kalau akan dikirim via internet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Jalan satu-satunya ya memilih format gambar yang kompresinya tidak 'loosy', seperti PNG dan PDF supaya berkas gambar tidak menjadi bengkak. Semua perangkat lunak komersial, seperti CorelDraw, ArcGIS, MapInfo yang biasa digunakan di geologi bisa mengekspor ke format ini &lt;i&gt;(kalau gak salah lho, maklum saya anti dengan perangkat lunak komersial, hehe)&lt;/i&gt;. Jadi, jangan semua gambar diekspor ke JPEG apalagi pakai istilah 'pokoknya harus JPEG'. Format JPEG sangat bagus untuk gambar raster murni, seperti foto, citra, dll. Kalau mau aman gunakan saja format PNG dijamin bisa dibaca dimana pun dan dengan perangkat lunak apapun, termasuk facebook..:). Selamat berkreasi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-1710836380739184756?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/1710836380739184756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=1710836380739184756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1710836380739184756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1710836380739184756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2010/11/format-gambar-untuk-publikasi-haruskah.html' title='Format gambar untuk publikasi: Haruskah JPEG?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-1508761808845977855</id><published>2010-11-08T19:15:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T19:17:20.860-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bencana'/><title type='text'>Berbahayakah aliran lahar (dingin)?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Hujan begitu deras mengguyur lereng Merapi yang sedang memuntahkan isi perutnya. Air hujan bercampur dengan material vulkanik akan menghasilkan aliran lahar. Bagaimanakah bahaya aliran lahar ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Seingat penulis, di dunia per-lahar-an dikenal ada dua macam, yaitu lahar panas dan lahar dingin (kalau gak salah ingat lho). Sebenarnya ada beberapa tulisan ilmiah yang tidak menggunakan istilah lahar, tetapi menggunakan istilah Perancis 'debris avalanche'. Namun, di beberapa tulisan lain memakai istilah yang lebih pendek yaitu lahar. Istilah lahar pertama kali diperkenalkan ke dunia geologi oleh Bemmelen (1949) untuk material vulkanik yang diangkut oleh air (lihat Fisher, 1960). Bemmelen mendefinisikan lahar sebagai suatu aliran lumpur, yang mengandung rombakan material yang berasal dari vulkanik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Aliran lahar yang merupakan pergerakan air yang sangat pekat oleh material vulkanik menaikkan energi kinetik air, sehingga daya angkut aliran ini menjadi sangat besar. Kalau air sungai biasa saja dengan debit besar bisa menghanyutkan apa saja yang dilewatinya. Ini baru energi kinetik air saja, bayangkan energi kinetik ini ditambah dengan energi butiran-butiran material vulkanik yang saling bergerak satu sama lainnya. Apa saja yang dilewatinya akan diangkutnya. Anda bisa bayangkan, bongkah batuan sebesar setengah lebar sungai dapat diangkut oleh aliran ini. Betapa besarnya energi yang dimilikinya. Apa artinya rumah atau manusia sendiri jika ditabrak aliran ini? Ngeri deh membayangkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Analoginya, anda bayangkan anda dilempari satu ember campuran beton. Satu butir pasir saja sudah membuat sakit, apalagi berbutir-butir bergerak bersama-sama menyerang anda, hehe... gak kebayang sakitnya. Jadi hindari lah aliran lahar ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-1508761808845977855?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/1508761808845977855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=1508761808845977855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1508761808845977855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1508761808845977855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2010/11/berbahayakah-aliran-lahar-dingin.html' title='Berbahayakah aliran lahar (dingin)?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-8726287476339573434</id><published>2010-11-08T18:39:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T18:53:57.544-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bencana'/><title type='text'>Apakah abu Merapi akan merusak relief Candi Borobudur?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kekhawatiran akan rusaknya relief candi oleh abu vulkanik Merapi tampaknya terlalu terburu-buru, tanpa didasari oleh hasil analisis kimia terhadap kandungan abu vulkanik yang jatuh di sekitar candi. Secara kasat mata (maksudnya mengamati batu candi sambil cuci mata), sebagian besar candi-candi di Jawa Tengah tersusun oleh batu andesit yang cukup kuat diterpa oleh proses-proses alam luar bumi (eksogenik).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Jika dengan asumsi abu vulkanik mengandung belerang atau gas belerang, maka ketika kena hujan belerang ini dengan mudah berubah menjadi asam sulfat (kalau gak salah lho). Bisakah batuan andesit berubah sedemikian cepat akibat terkena asam sulfat ini? Mari kita lihat bagaimana batuan bisa berubah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Batuan mengalami ubahan atau istilah kerennya di dunia geologi ekonomi (jadi sekali lagi dari sudut geologi ekonomi, hehe) disebut 'alterasi batuan'. Alterasi pada batuan tidak begitu instan terjadi. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan ratusan tahun untuk mengubah atau merusak batuan yang dikenainya. Dibutuhkan waktu yang lama untuk merubah batuan segar menjadi lapuk. Selain faktor waktu, suhu, tekanan dan komposisi fluida secara bersama-sama berperan dalam merubah batuan. Jadi apakah dalam waktu 1 minggu atau 1 bulan batu candi akan berubah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Jadi, untuk merubah atau merusak batuan dibutuhkan interaksi antara air yang sifatnya asam dengan batuan yang cukup lama. Ini istilah kerennya, &lt;i&gt;water rock interaction&lt;/i&gt;. Atau abu vulkanik mengandung unsur F yang tinggi, sehingga ketika hujan berubah menjadi asam fluorida yang sangat mudah merusak bebatuan. Menurut beberapa artikel, letusan yang sifatnya menengah tidak mengandung F yang tinggi. F dijumpai pada magma yang asam atau sangat asam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Atau mari kita lihat contoh yang gampang saja. Apakah candi-candi yang tertimbun ratusan tahun silam oleh letusan abu vulkanik dan akhirnya ditemukan kembali melalui penggalian rusak parah? Nggak, kan? Paling cuman rusak-rusak dikit lah. Andaikan sebegitu hebatnya abu vulkanik, mestinya candi-candi yang tertimbun abu vulkanik ratusan tahun silam sudah tidak ada bentuknya. Jadi, pada kasus Candi Borobudur sebenarnya lebih tepat untuk menyelamatkan pengunjung dari abu yang tersebar di sekitar candi (menurut ane neh). Gak usah khawatir pada candinya, tetapi khawatirlah pada manusia yang mengunjungi candi, ya gak?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-8726287476339573434?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/8726287476339573434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=8726287476339573434' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/8726287476339573434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/8726287476339573434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2010/11/apakah-abu-merapi-akan-merusak-relief.html' title='Apakah abu Merapi akan merusak relief Candi Borobudur?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-2375732276768964592</id><published>2010-11-07T17:30:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T17:42:19.482-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bencana'/><title type='text'>Ledakan dasyat sebelum atau saat kemunculan 'wedus gembel'</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Selama Merapi meletus selalu disertai ledakan yang terdengar hingga 20-an Km. Tidak jarang ledakan ini menimbulkan ketakukan warga. Bahkan teman saya yang rumahnya jauh di luar radius bahaya Merapi ini lari menyelamatkan diri. Apakah yang menyebabkan ledakan ini? Perlukah kita kabur menyelamatkan diri? Ulasan berikut ini didasarkan atas pengetahuan geologi ekonomi, karena penulis tidak terlalu paham soal kegunungapian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ada dua kemungkinan penyebab terjadinya ledakan. Yang pertama, lepasnya gas-gas yang terkandung dalam magma ketika sampai di permukaan bumi. Perbedaan tekanan yang sangat tajam antara ketika magma di perut bumi dan di atmosfer menyebabkan gas-gas yang larut dalam magma dengan mudah keluar. Hal ini karena magma begitu jenuh dengan gas. Ini identik dengan pada pembentukan struktur breksiasi pada endapan sistem porfiri. Tekanan H2O yang kelewat batas menyebabkan dinding-dinding batuan hancur oleh tekanan ini. Proses ini disebut sebagai &lt;i&gt;second boiling&lt;/i&gt;. Yang kedua, bertemunya material panas (piroklastik yang konon panasnya mencapai 600-an derajat Celsius) dengan tubuh air, dalam hal ini air sungai atau air yang ada di puncak gunung. Pertemuan ini juga menghasilkan ledakan. Ini mirip dengan proses &lt;i&gt;boiling&lt;/i&gt; pada endapan sistem epitermal. Proses boiling pada sistem epitermal bisa menghancurkan dinding-dinding batuan yang dilewatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dari sudut geologi ekonomi, mestinya baik proses second boiling maupun boiling sama-sama diikuti oleh ledakan yang dasyat, hanya tidak terdengar, karena sistem epitermal/porfiri sudah ada lebih dari 1jt tahun yang lalu dan jauh di kedalaman lebih dari 1km di bawah permukaan bumi. Jadi, menurut logika geologi ekonomi, dua hal yang mungkin menyebabkan ledakan ketika terjadi letusan gunungapi yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;pelepasan gas-gas volatil dari tubuh magma ke atmosfer, dan&lt;/li&gt; &lt;li&gt;bertemunya material piroklastik dengan tubuh air.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kedua proses ini merupakan hal yang biasa di alam, jadi tidak perlu ditakutkan. Yang penting ikuti aturan yang ditetapkan oleh yang berwenang dan jangan lupa selalu gunakan masker.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-2375732276768964592?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/2375732276768964592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=2375732276768964592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/2375732276768964592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/2375732276768964592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2010/11/ledakan-dasyat-sebelum-atau-saat.html' title='Ledakan dasyat sebelum atau saat kemunculan &apos;wedus gembel&apos;'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-5533569840705051214</id><published>2010-11-07T01:24:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T01:27:52.253-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Memburu emas ke puncak gunung, eh ketemu pacet...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ini sebuah sharing pengalaman eksplorasi emas di suatu daerah dengan metode &lt;i&gt;float mapping&lt;/i&gt; (pemetaan fragmen-fragmen bijih yang tersebar di permukaan baik permukaan tanah maupun pada alur sungai, gile panjang banget terjemahan Indonesianya). Pemetaan &lt;i&gt;float&lt;/i&gt; merupakan metode sederhana untuk mengetahui keberadaan emas atau mineral bijih apa saja yang ada di suatu wilayah. Namun, metode ini tidak bisa diterapkan sembarangan, kecuali kalau kita ingin buang-buang waktu di hutan, hehe.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ada dua tahap utama dalam eksplorasi mineral bijih, studi pra-lapangan atau istilah asingnya 'desk study', cuman kalau di-Indonesiakan jadi studi meja... lucu jadinya, masak mempelajari meja. Lebih keren pakai istilah studi pra-lapangan (menurut ane neh). Studi pra-lapangan bertujuan untuk mengetahui gambaran geologi regional dari suatu wilayah yang akan dipelajari. Dengan studi ini paling tidak kita sudah tahu batuan dan struktur geologi apa saja yang akan dijumpai. Diharapkan dengan studi awal ini, studi lapangan menjadi lebih efisien, dalam artian tidak semua lokasi di wilayah KP harus didatangi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Selain itu, dari studi pra-lapangan akan diketahui atau diestimasi kira-kira batuan-batuan mana saja yang mungkin menjadi pembawa bijih dan batuan-batuan mana saja yang mungkin menjadi penjebaknya atau istilahnya kerennya batuan samping (wallrock) serta bagaimana pola sebarannya dapat diketahui dari struktur geologi regionalnya. Bagaimana karakteristik batuan-batuan tersebut? Apakah mempunyai porositas tinggi? Bagaimana tingkat kompaksinya? Banyak pertanyaan yang harus dijawab sebelum ke lapangan memburu emas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Menurut beberapa bacaan dan lapangan, batuan yang kompak cenderung menghasilkan urat-urat yang tipis atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan oleh energi untuk memperlebar urat lebih kecil daripada energi statis yang dimiliki batuan samping untuk mempertahankan posisinya. Dengan asumsi perlebaran urat disebabkan oleh boiling (lihat artikel yang lain). Jadi, kalau batuan penutupnya berupa breksi andesit atau lava andesit, kecil sekali kemungkinan untuk mendapatkan urat yang lebar, atau bahkan tidak ditemukan sama sekali. Pada kasus ini pemetaan float tidak begitu berguna karena akan sulit untuk mendapatkan float yang diharapkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Menurut bacaan yang lain, pemetaan hidrogeokimia atau metode MMI &lt;i&gt;(mobile metal ion)&lt;/i&gt; konon lebih efisien dan bisa menyingkap mineralisasi yang tertutup oleh batuan di atasnya. Cuman metode ini lebih mahal daripada pemetaan float atau langsung, karena dibutuhkan analisis kimia air atau tanah yang cukup banyak dan semua ini uang lho, hehe. Jadi, tanpa perencanaan yang jelas, ke gunung bukannya mendapatkan emas, tetapi malah mendapat serangan pacet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Oleh karena itu, kepada para pengusaha yang bingung duitnya mau dikemanain, tolong diskusikan dulu dengan ahli geologi ekonomi, sebelum memutuskan apakah KP itu akan dieksplorasi dengan detail atau tidak. Eksplorasi membutuhkan waktu yang panjang, dan tentunya tidak instan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-5533569840705051214?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/5533569840705051214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=5533569840705051214' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5533569840705051214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5533569840705051214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2010/11/memburu-emas-ke-puncak-gunung-eh-ketemu.html' title='Memburu emas ke puncak gunung, eh ketemu pacet...'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-1613953323430233721</id><published>2010-11-07T01:20:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T01:23:42.504-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bencana'/><title type='text'>NATO (No Action Talk Only): Cukupkah kita hanya berkomentar?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Tanpa disadari kita sering melakukan sesuatu yang orang menyebutnya sebagai NATO. NATO ini bukan kumpulan serdadu dunia yang dipimpin Amerika Serikat, melainkan kependekan dari &lt;i&gt;No Action Talk Only&lt;/i&gt;. Jadi, kebanyakan dari kita hanya suka ngomong dan ngomong. Jarang yang mau bertindak langsung. Contoh kasus yang ramai beberapa waktu lalu adalah pencemaran logam berat di Teluk Buyat. Dan banyak masalah-masalah lain yang muncul di koran/media, seperti banjir, longsor, dll. Seakan, masyarakat (publik) hanya disuguhi masalah dan tidak pernah ada penjelasan bagaimana penyelesaiannya yang bisa diketahui publik. Beberapa masalah mungkin ada penyelesaiannya, namun kebanyakan tidak tuntas dan tidak dapat dikonsumsi publik. Beberapa kasus yang pernah muncul di koran:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;penurunan kesehatan akibat dugaan pencemaran logam berat (Buyat)&lt;/li&gt; &lt;li&gt;kulit bersisik di daerah Kintamani dan sekitarnya, Bali&lt;/li&gt; &lt;li&gt;perubahan sifat-sifat air sumur&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Tidak ada aksi lanjutan sama sekali untuk mengetahui apakah masalah itu disebabkan oleh faktor alam atau kah ada faktor-faktor lain, misalnya antropogenik (manusia)? Sebagian besar kasus ini hanya mentok sampai di media/koran. Masyarakat hanya dijejali masalah tanpa ada penjelasan bagaimana menanganinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Biasanya, keterbatasan dana merupakan alasan yang paling klise dan masuk akal untuk justifikasi ketiadaan aksi ini. Rasa-rasanya para pejabat menjadi sangat miskin ketika harus membiayai penilitian untuk menjawab sebab musabab dari suatu masalah di masyarakat. Ok, seandainya dilakukan penelitian tidak pernah terekspos ke publik, entah dengan alasan konfidensial yang kalau diakar-katakan menjadi perusahaan yang konfiden tetapi rakyat yang ketiban sial. Banyak kasus seperti ini, misalnya Buyat, Lula (lumpur lapindo). Seakan publik hanya diracuni oleh masalah. Bagaimana mendidik masyarakat kalau mereka hanya diberikan masalah tanpa ada penjelasan bagaimana cara mencari solusinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Banyak masalah dapat diselesaikan (jika tidak mampu berdiri sendiri) dengan cara kolaborasi. Contohnya, pada kasus perubahan alamiah air. Pemerintah Daerah (Pemda) yang tidak punya sumberdaya manusia bisa bekerja sama dengan universitas di daerahnya untuk meneliti apa penyebab perubahan alamiah air ini. Kalau universitas di daerahnya tidak punya peralatan yang cukup, bisa minta bantuan universitas atau lembaga penelitian di daerah lain. Yang terpenting adalah kolaborasi. Misalkan di suatu daerah ada penyakit yang tiba-tiba mengendemik, pihak Pemda setempat bisa meminta bantuan beberapa ahli di universitas untuk memecahkannya, misalnya menganalisis prilaku masyarakat di daerah endemik, menganalisis kandungan kimia air dan sistem airtanah yang ada di daerah itu, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-1613953323430233721?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/1613953323430233721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=1613953323430233721' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1613953323430233721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1613953323430233721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2010/11/nato-no-action-talk-only-cukupkah-kita.html' title='NATO (No Action Talk Only): Cukupkah kita hanya berkomentar?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-1932702127511739701</id><published>2010-11-07T01:12:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T01:18:52.987-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='eksploitasi'/><title type='text'>Merkuri: petaka dibalik kekayaan dan kecantikan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dulu rencananya artikel ini saya beri judul &lt;i&gt;'Sisi gelap lingkungan di sekitar tambang'&lt;/i&gt;, tetapi kurang heboh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Di dunia ini tidak ada yang tidak ingin cantik dan kaya. Banyak cara telah dilakukan untuk mencapai keduanya. Salah satunya adalah dengan bantuan merkuri (Hg), si logam cair yang sangat dinamis pada suhu kamar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Untuk tampil cantik tidak perlu ke dukun (seperti di sinetron-sinetron yang marak di beberapa stasiun TV), cukup dengan perlengkapan kecantikan yang mengandung merkuri. Di sini konon merkuri berfungsi sebagai zat penambah untuk mempercepat pemutihan kulit. Sedangkan dalam dunia kekayaan, merkuri dapat membantu mempercepat pengambilan emas dari bebatuan yang mengandung emas (seperti cerita-cerita misteri mencari kekayaan saja...:)). Meskipun berbeda tetapi mirip, yaitu sama-sama meminta tumbal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Secara geokimia, merkuri merupakan kelompok logam kalkofil, yang artinya mudah berikatan dengan belerang. Di alam, merkuri dapat berasal dari dua sumber, yaitu merkuri alamiah yang biasanya bersumber dari mineral zinabar (HgS) hasil mineralisasi hidrotermal, dan merkuri yang berasal dari aktivitas manusia (antropogenik).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Merkuri di alam umumnya dalam fase gas dengan waktu bertahan di atmosfer sekitar 1 tahun, dan diserap oleh air laut sebesar 0,29 pertahun. Karena laju penyerapan oleh air laut kecil, maka sisa merkuri akan diendapkan di permukaan tanah. Mikroorganisme tertentu, seperti bakteri anaerobik dapat menyebabkan metilasi pada merkuri membentuk merkuri monometil [CH3Hg] atau merkuri dimetil [(CH3)2Hg] yang sangat mudah larut dalam air dan siap diserap oleh organisme air, seperti ikan. Konsentrasi merkuri tergantung rantai makanan, dan bisa mencapai beberapa ribu ppm. Konsentrasi ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia (Eby 2004).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Williams et al. (1999) menyatakan bahwa tidak ada konsensus internasional mengenai ambang batas merkuri terhadap risiko kesehatan manusia. Ketidakpastian ini dipengaruhi oleh periode laten antara masuknya merkuri dan efek neurologis. Umur, durasi penyerapan, kontribusi metil Hg dalam darah, dan status asupan makanan yang berhubungan dengan unsur Se (selenium) juga berpengaruh. Dari hasil telaah 300 studi epidemologi (MARC, 1981)  menyimpulkan bahwa gangguan neurologi disebabkan oleh konsentrasi merkuri dalam darah mencapai &gt;80 ng/ml. Hasil penelitian lainnya, respon depresi disebabkan oleh kandungan merkuri dalam darah sedikitnya 20 ng/ml (Lacerda &amp; Salomons 1998).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Jadi, berhati-hatilah makan ikan yang sungainya sudah tercemar merkuri. Pada konsentrasi yang tinggi bisa menyebabkan kematian, seperti kasus di Minamata beberapa tahun silam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-1932702127511739701?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/1932702127511739701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=1932702127511739701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1932702127511739701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1932702127511739701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2010/11/merkuri-petaka-dibalik-kekayaan-dan.html' title='Merkuri: petaka dibalik kekayaan dan kecantikan'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-7664696673525897990</id><published>2010-11-05T22:44:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T23:10:18.154-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bencana'/><title type='text'>Debu vulkanik: berbahayakah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mungkin bisa dikatakan, letusan merapi kali ini tidak seperti biasanya. Letusan-letusan merapi sebelumnya umumnya berupa guguran lava yang diiringi oleh aliran abu panas (yang oleh penduduk disebut "wedus gembel"). Letusan kali ini bertipe eksplosif dengan sebaran abu volkanik sangat luas. Berbahayakah abu volkanik ini bila terhirup?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dalam mineralogi medis, suatu cabang mineralogi yang berkembang akhir-akhir ini, dikatakan bahwa toksisitas beberapa debu mineral telah diketahui sejak lama. Agricola yang menulis buku tentang De Re Metalica Libri XII (1556) pada tambang di Bohemia melaporkan bahwa, "abu yang masuk melalui saluran pernafasan dan paru-paru menghasilkan kesulitan dalam pernapasan - jika debu mempunyai sifat korosif, akan melukai dinding paru-paru." Suatu penyakit yang dikenal dengan istilah silikosis, disebabkan oleh masuknya debu silika kristalin dalam pernapasan. Menurut Fubini &amp;amp; Fenoglio (2007), jika kontak dengan fluida biologi, debu mineral membentuk radikal bebas. Radikal bebas ini akan mengganggu fungsi sel dan membran dalam tubuh. Mutasi pada DNA yang disebabkan oleh radikal bebas ini merupakan awal dari pembentukan kanker.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagaimana dengan debu vulkanik? Gunungapi memproduksi partikel berukuran nano- sampai mikrometer, termasuk silika kristalin dan belerang yang mungkin mempunyai potensi racun. Menurut ilmu batuan (petrologi), debu vulkanik tersusun oleh gelas vulkanik, ukuran nanometer sampai milimeter, dengan bentuk yang runcing-runcing atau dikenal dengan istilah &lt;i&gt;'glass shard'&lt;/i&gt;. Kalau pembaca pernah melihat batuapung yang berongga, bayangkan bila rongga pada batuapung membesar dan akhirnya dinding antar rongganya menjadi tipis dan pecah/patah. Nah seperti itu bentuk glass shard yang berukuran halus sebagai partikel debu vulkanik.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Partikel abu vulkanik terfragmentasi selama erupsi, menghasilkan debu yang masih segar, dengan permukaan reaktif dan belum teroksidasi. Hasil penelitian epidemologi dan toksikologi menurut Fubini &amp;amp; Fenoglio (2007), menunjukkan bahwa risiko kesehatan dari abu vulkanik yang mengandung silika kristalin tidak berhubungan dengan kandungan silika kristalin. Namun, kandungan besi pada abu vulkanik sangat reaktif dengan membentuk radikal bebas hidroksil. Selain itu abu vulkanik juga mengandung unsur berbahaya yang lain, seperti belerang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Jadi, selain bentuknya yang runcing, debu vulkanik mengandung unsur-unsur yang berbahaya pada tubuh jika terhirup secara langsung. Gunakan masker atau penutup hidung dan mulut yang standar untuk menghindari pengaruh buruk dari debu vulkanik ini. Jangan spelekan kesehatan anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FZGgBImwDDs/TNTtSuavWbI/AAAAAAAAAAo/imn1xgPMF0Q/s1600/debu-vulkanik-merapi-101106blog.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 0px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FZGgBImwDDs/TNTtSuavWbI/AAAAAAAAAAo/imn1xgPMF0Q/s320/debu-vulkanik-merapi-101106blog.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536310747898796466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Quicklook&lt;/i&gt;: Debu vulkanik Merapi, 05-11-2010 di bawah mikroskop dengan perbesaran 250x. Idealnya partikel berukuran halus (nano- hingga mikrometer) dapat dilihat dengan jelas pada mikroskop elektron.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-7664696673525897990?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/7664696673525897990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=7664696673525897990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7664696673525897990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7664696673525897990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2010/11/debu-vulkanik-berbahayakah.html' title='Debu vulkanik: berbahayakah?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FZGgBImwDDs/TNTtSuavWbI/AAAAAAAAAAo/imn1xgPMF0Q/s72-c/debu-vulkanik-merapi-101106blog.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-5114010877254282670</id><published>2010-04-13T22:34:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T22:51:26.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bencana'/><title type='text'>Banjir yang selalu terulang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Rasanya berita di TV atau media yang lain tidak pernah sepi dari banjir. Bukan banjir rejeki... tetapi banjir lumpur atau banjir air. Mungkin hampir semua negara yang mempunyai sungai besar, pasti pernah mengalami banjir. Lalu, mengapa tidak ada formula yang tepat untuk mengatasi banjir? Banyak janji manis pemimpin yang hanya OD (omong doang), entah alasan apalagi yang akan dipakai untuk menjawab kegagalannya mengatasi banjir. Kegiatan-kegiatan untuk mengatasi banjir tampaknya hanya seremonial belaka. Penamanan seribu bahkan sejuta pohon, begitu muncul di TV sudah cukup, sementara di sisi lain pembalakan liar tetap meraja lela. Namun, apakah alam hanya cukup dengan seremonial?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Semua orang sudah tahu, banjir disebabkan oleh kegagalan tanah mengurangi laju aliran permukaan dengan cara menyerapnya. Daerah resapan air banyak sudah beralih fungsi, seperti hutan-hutan banyak yang digunduli, areal tanah berubah menjadi beton dan aspal. Sampai kapan pun kita tidak akan sanggup mengatasi banjir...:-). Bagaimana mengatasi masalah banjir ini? Haruskah aktivitas terhenti hanya karena banjir? Ide ngawur ini mungkin bisa digunakan, kalau nggak anggap angin lalu saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;li&gt;di daerah 'langganan' banjir, masyarakat disarankan untuk membuat rumah panggung atau rumah minimal 2 lantai. Lantai dasar sebisa mungkin kedap air atau hanya tiang penyangga saja&lt;/li&gt;&lt;li&gt;desain pondasi dan tiang lantai 1 harus sesuai standard bangunan air, sehingga kalau kerendam banjir tidak apa-apa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tiap rumah harus mempunyai minimal 1 alat transportasi air. Jadi ketika banjir mobilisasi tetap bisa dilakukan, misalnya ke pasar, sekolah, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pasar-pasar dan aktivitas publik yang lain tetap berjalan meskipun dalam kondisi banjir, tetapi di lantai 2 atau di atasnya. Jadi meskipun banjir, aktivitas tetap seperti tidak pernah banjir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dlsb.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-5114010877254282670?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/5114010877254282670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=5114010877254282670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5114010877254282670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5114010877254282670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2010/04/banjir-yang-selalu-terulang.html' title='Banjir yang selalu terulang'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-6146889242282351060</id><published>2008-04-19T06:07:00.001-07:00</published><updated>2008-05-08T20:05:57.779-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geogaul'/><title type='text'>Mineral malih rupa: transformasi mineral yang kurang menguntungkan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1";&gt;Istilah mineral bisa dilihat di artikel lain dari blog ini. Mineral dapat malih rupa atau berubah menjadi mineral lain (istilah kerennya transformasi). Perubahan mineral ini disebabkan oleh aktivitas alam, seperti pelapukan, alterasi, dan/atau metamorfosa. Ketiga aktivitas alam ini akan menghasilkan mineral baru dan materi sampingannya. Sering materi sampingan yang dihasilkan tidak begitu menguntungkan secara ekonomi, bahkan dapat mengganggu kesehatan. Misalnya transformasi olivin atau piroksen menjadi mineral kelompok serpentin. Transformasi yang kebablasan bisa menghasilkan asbes yang dapat mengganggu kesehatan manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Batuan ultramafik atau sering juga disebut sebagai batuan ultrabasa terdiri atas peridotit dan dunit. Di Indonesia bebatuan ini dapat dijumpai pada daerah-daerah yang secara geologis cukup tua, seperti Karangsambung dan Bayat di Jawa Tengah, Sulawesi terutama di Sorowako. Batuan ini terutama tersusun oleh olivin [(Mg,Fe)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SiO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;] dan piroksen [baik ortopiroksen (Mg,Fe)SiO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; maupun klinopiroksen Ca(Mg,Fe)Si&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;]. Hidrasi metamorfik dan oksidasi dari batuan ultramafik ini akan menghasilkan serpentinit, yang tersusun oleh kelompok mineral serpentin [(Mg,Fe)&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;Si&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;(OH)&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;] dan sejumlah kecil mineral lain seperti brusit [(Mg,Fe)(OH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;], magnetit [Fe&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;], dan/atau &lt;i&gt;FeNi-alloy&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Beberapa reaksi redok yang terjadi selama transformasi ini berlangsung, seperti:&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;3Fe&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SiO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; + 2H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O == 3SiO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; + 3Fe&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; + 2H&lt;sub&gt;2(aq)&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;fayalit* + air == kuarsa + magnetit + hidrogen&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;2Fe&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;Si&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;(OH)&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; + 6Mg(OH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; ==&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;2Mg&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;Si&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;(OH)&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; + 2Fe&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; + 2H&lt;sub&gt;2(aq)&lt;/sub&gt; + 4H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Fe-krisotil + Mg-brusit ==&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;krisotil + magnetit + hidrogen + air&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;FeO + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; == Fe + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;NiO + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; == Ni + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Krisotil merupakan salah satu anggota kelompok mineral serpentin, sedangkan anggota lainnya adalah lizardit dan antigorit Di antara ketiga mineral ini, lizardit yang paling banyak dijumpai dan yang paling sedikit adalah krisotil, namun yang paling terkenal adalah krisotil, karena mineral ini umumnya dijumpai dalam bentuk serat berkilap mutiara yang merupakan sumber utama pembuatan asbes.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Jadi, dari contoh reaksi redok di atas dapat disimpulkan bahwa transformasi mineral penyusun batuan ultramafik ke serpentinit akan menghasilkan mineral ekonomis berupa &lt;i&gt;FeNi-alloy&lt;/i&gt; yang kemudian tertranformasi akibat proses pelapukan/oksidasi menjadi endapan nikel laterit dan krisotil. Namun, kehadiran krisotil pada endapan nikel laterit biasanya dihindari. Hal ini karena berpengaruh pada kesehatan para pekerja tambang. Menghirup debu asbes yang berasal dari krisotil diketahui sebagai suatu bencana kesehatan yang serius, seperti asbestosis (semacam kanker paru-paru) dan &lt;i&gt;pleural mesothelioma&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;hr width=100 align=left&gt;*olivin yang kaya Fe&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-6146889242282351060?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/6146889242282351060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=6146889242282351060' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/6146889242282351060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/6146889242282351060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2008/04/mineral-malih-rupa-transformasi-mineral.html' title='Mineral malih rupa: transformasi mineral yang kurang menguntungkan'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-4144814534484253019</id><published>2008-02-26T23:21:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T16:44:51.021-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>Ketika referensi makin bertambah...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Pernahkah anda pusing karena draft skripsi/thesis/disertasi anda dikembalikan dosen pembimbing anda karena kelebihan referensi atau citasinya tanpa ada referensi? Anda mengetik daftar pustaka setiap memulai menulis karya ilmiah baru? Kalau anda belum mengenal database bibliografi barangkali hal seperti ini akan selalu membebani anda. Nikmatilah beban itu selagi anda menganggur. Namun, kalau sudah malas mengetik ulang referensi yang selalu anda pakai, perlu dipertimbangkan penggunaan database bibliografi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Apasih database bibliografi itu? Apakah cukup kita melist data di dalam perangkat lunak spreadsheet? Seperti halnya database apa saja, database bibliografi memuat atribut lengkap dari suatu pustaka, seperti judul, pengarang, tahun terbit, alamat, jumlah halaman, dll. Atribut ini tergantung kepada jenis publikasi, apakah buku, kumpulan makalah, jurnal, majalah atau URL.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Di dunia &lt;b&gt;LaTeX&lt;/b&gt; (dan &lt;b&gt;LyX&lt;/b&gt; tentunya), ada perangkat lunak tambahan yang dapat mengelola database bibliografi. Perangkat lunak ini dikenal dengan nama &lt;b&gt;BibTeX&lt;/b&gt;. Kata &lt;b&gt;BibTeX&lt;/b&gt; berasal dari suatu alat bantu dan suatu format berkas yang dapat digunakan untuk menggambarkan dan memproses daftar pustaka, khususnya yang dihubungkan dengan naskah &lt;b&gt;LaTeX&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;BibTeX&lt;/b&gt; dibuat oleh Oren Patashnik dan Leslie Lamport pada tahun 1985. Untuk memasukkan pustaka ke dalam format &lt;b&gt;BibTeX&lt;/b&gt; ada beberapa perangkat lunak forehand yang bisa digunakan, seperti &lt;b&gt;JabRef&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Pybliographer&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;gbib&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;sixpack&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;tellico&lt;/b&gt;. Jika anda masih menggunakan Micro$oft Windows, &lt;b&gt;JabRef&lt;/b&gt; adalah pilihan terbaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Lihat contoh berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;@Article{and95,&lt;br /&gt;Author         = {Andrew, R. L.},&lt;br /&gt;Title          = {Porphyry copper-gold deposits of the southwest&lt;br /&gt;                 {P}acific},&lt;br /&gt;Journal        = {Mining Eng.},&lt;br /&gt;Pages          = {33-38},&lt;br /&gt;Volume         = {47},&lt;br /&gt;year           = 1995&lt;br /&gt;}&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ini adalah salah satu contoh masukan database suatu artikel jurnal. Selain dengan beberapa perangkat lunak di atas, masukan pustaka ke dalam format &lt;b&gt;BibTeX&lt;/b&gt; dapat juga dilakukan secara manual, misalnya dengan menggunakan perangkat lunak editor teks, seperti quanta, bluefish, atau pico (di Linux), write atau notepad (di Windows). Struktur pengetikan tiap pustaka seperti contoh di atas. Selamat mencoba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-4144814534484253019?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/4144814534484253019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=4144814534484253019' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/4144814534484253019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/4144814534484253019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2008/02/ketika-referensi-makin-bertambah.html' title='Ketika referensi makin bertambah...'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-399513647143977315</id><published>2008-02-16T20:48:00.000-08:00</published><updated>2008-02-16T20:54:58.082-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geogaul'/><title type='text'>Puncak "nafsu" gunungapi: orgasme a la gunungapi...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Indonesia dikenal dengan julukan "ring of fire" karena busur gunungapi&lt;br /&gt;berada tepat di sepanjang kepulauan Indonesia atau lebih tepatnya di sepanjang busur Sunda-Banda yang tersebar dari Sumatra hingga sebelah timur Laut Banda. Di sepanjang busur ini puluhan gunungapi aktif dapat dijumpai. Membicarakan/mendiskusikan tentang gunungapi tidak terlepas dari bencana alam yang cukup dasyat. Gunungapi, meskipun sangat menakutkan namun dapat mendatangkan berkah bagi masyarakat luas, terutama yang berada di sekitarnya. Salah satunya adalah, aktivitas gunungapi mempercepat proses pembentukan tanah (tanah di sekitar gunungapi menjadi kaya akan unsur hara dan subur). Aktivitas letusannya akan menghasilkan bebatuan dengan ukuran yang berkisar dari halus sampai kasar. Batuan yang berukuran halus sangat mudah diubah oleh alam menjadi tanah, berbeda dengan batuan yang ukurannya kasar, harus mengalami beberapa proses untuk menjadi tanah. Inilah salah satu daya tarik manusia untuk hidup di sekitar gunungapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Anda percaya gunungapi bisa orgasme? Tentu sulit menyamakan prilaku gunungapi dengan manusia/hewan bertulang-belakang yang dapat mengalami orgasme ketika rangsangan seksual mencapai puncaknya...:-). Lalu, bagaimana gunungapi bisa dikatakan mengalami orgasme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Seperti halnya manusia (tapi jangan bilang bumi juga manusia... kayak iklan di-TV yang sudah diralat, hik), lempeng bumi juga mempunyai aktivitas, saling menggesek (baca dukun geologi). Akibat gesekan ini plus beberapa faktor lainnya (tidak dijelaskan di sini), batuan mengalami pelelehan sebagian dan membentuk magma yang mempunyai tekanan tinggi. Semakin banyak magma terbentuk, semakin besar tekanan pada magma. Karena begitu kuatnya tekanan pada magma, lapisan di atasnya tidak sanggup menahannya. Maka gunungapi mencapai puncak rangsangannya atau meletus (orgasme). Variasi letusan tergantung energi dan siklus. Makin sering meletus, energi untuk letusannya makin lemah dan sebaliknya makin jarang energi makin besar, sehingga orgasme-nya makin kuat. Kekuatan orgasme gunungapi ini menghasilkan dua tipe letusan gunungapi, yaitu letusan yang bersifat efusif (leleran) dan letusan yang bersifat eksplosif (muncrat). Identik dengan manusia, bukan...:-). Silakan coba sendiri, ha..ha... (diinspirasi dari presentasinya Pak S. Bronto pada Seminar Nasional 15 Februari 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagaimana gunungapi menjadi begitu tinggi? Letusan gunungapi yang berulang-ulang menghasilkan tumpukan batuan volkanik yang diendapkan di sekitar pusat letusan (kawah gunungapi). Tentunya letusan ini tidak menghabiskan seluruh badan gunungapi, seperti halnya letusan gunung Batur tua dan letusan gunung Krakatau. Makin banyak letusan, makin tinggi gunungapi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Apa sisi positif gunungapi di sekitar kita? Apakah kita hanya menikmati bencananya? Tentu anda masih ingat, aktivitas gunungapi berhubungan dengan aktivitas magma di bawah permukaan bumi atau pada kerak bumi. Aktivitas magma akan menghasilkan dua hal, pertama panas bumi. Panasbumi bisa dimanfaatkan untuk listrik dan merupakan energi yang dapat diperbaharui atau lebih keren dengan istilah green energy (energi yang ramah lingkungan atau dalam bahasa Malaysia-nya energi yang mesra alam). Banyak panasbumi dijumpai di sekitar gunungapi aktif, seperti Gunung Salak, Dieng, Lahendong, dll. Selain sebagai sumber panasbumi, akitivitas gunungapi   mendatangkan potensi wisata yang sangat menguntungkan. Selain pemandangan di sekitar gunungapi yang indah, mataair panas yang biasanya muncul di sekitar gunungapi dapat dimanfaatkan untuk mandi, seperti yang banyak di Jepang untuk &lt;b&gt;&lt;i&gt;on sen&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-399513647143977315?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/399513647143977315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=399513647143977315' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/399513647143977315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/399513647143977315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2008/02/puncak-nafsu-gunungapi-orgasme-la.html' title='Puncak &quot;nafsu&quot; gunungapi: orgasme a la gunungapi...'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-8259256822530088572</id><published>2007-11-29T06:33:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T05:01:51.301-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Lempeng samudra menunjam datar dan patah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bisakah &lt;i&gt;slab&lt;/i&gt; (lempeng samudra) patah ketika menunjam di bawah kerak benua? Jangankan lempeng yang begitu keras, hati saja yang lembut bisa patah... Serius lho... Btw, sebab-musabab lempeng patah ogut belum pernah baca... sorry saja. Namun lempeng patah sudah pernah dibahas di beberapa artikel jurnal, misalnya Setijadji &lt;i&gt;et al&lt;/i&gt; (2005) dan ... (sorry, lupa gue).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Yang menarik sih bukan lempeng-nya yang patah, tetapi membelok mendekati horisonal (istilah kerennya, &lt;i&gt;flat subduction&lt;/i&gt;). Di Indonesia penampakan seperti ini tidak ada... tetapi di Amerika Latin bagian barat bisa dijumpai di sekitar Nazca (Peru) dan Juan Fernandez (Chile). Penunjaman datar dicirikan oleh perubahan dari penunjaman normal menjadi lebih kurang 30&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Apa keuntungan dari penumjaman datar ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Pada saat lempeng menunjam biasa, lempeng mengalami hidrasi dan terjadinya pemendekan kerak pada bagian depan. Sedangkan pada saat belok menjadi datar, litosfer yang yang terletak di atas lempeng akan mengalami hidrasi (atau lempeng mengalami dehidrasi). Nah, ketika lempeng bergerak horisontal, luas permukaan lempeng yang mengalami dehidrasi semakin luas, dan bagian dari kerak bumi yang berpengaruh terhadap pembentukan magmanya menjadi bervariasi. Seperti halnya di Amerika Latin, bagian yang dekat dengan penunjaman pelelehan lempeng membentuk deretan porfiri tembaga (Chile dan Peru termasuk Argentina), sedangkan bagian timurnya yang agak jauh dari penunjaman membentuk deretan porfiri timah yang konon banyak dipengaruhi oleh pelelehan kerak benua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan mineralisasi Cu-Au yang berkaitan dengan sistem busur magmatik, umumnya berasosiasi dengan magmatisme yang menunjukkan tipe magma adakitik (e.g., rasio Sr/Y tinggi dan Yb rendah). Namun, belum ada konsensus tentang asalmula adakit dalam sistem busur (apakah magma dari pelelehan lempeng samudra atau dari evolusi magma yang dihasilkan dari mantel yang dalam?). Dari beberapa litertur diperoleh bahwa magmatisme adakitik berhubungan dengan suatu perubahan geodinamik utama (lempeng samudra patah &lt;i&gt;(slab break-off)&lt;/i&gt;, penebalan kerak, penunjaman dari litosfer samudra yang panas, atau penunjaman datar). Pembentukan magma adakitik ini mempunyai dampak pada pembentukan endapan porfiri Cu/epitermal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Itu kira-kira bagaimana lempeng berbelak-belok atau patah... (sorry referensi lempeng patahnya belum ketemu). Ntar kalau ada waktu diterusin deh....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-8259256822530088572?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/8259256822530088572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=8259256822530088572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/8259256822530088572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/8259256822530088572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/11/lempeng-samudra-berbelok-dan-patah.html' title='Lempeng samudra menunjam datar dan patah'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-4543400378993604109</id><published>2007-11-29T05:22:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T05:02:20.747-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Penunjaman lempeng samudera</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Pada artikel "Gempa bumi, apanya yang bergoyang??" dijelaskan bahwa salah satu sisi menarik dari gempa bumi adalah akumulasi mineral ekonimis, seperti logam. Bagaimana cerita selanjutnya, kok gesekan lempeng bisa menghasilkan logam? Kenapa tidak di sepanjang jalur penunjaman dapat dijumpai endapan logam yang ekonomis? Kayak pertanyaan di iklan salah satu obat masuk angin saja...:-).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sebelum menunjam, lempeng samudra akan mengalami hidrasi terlebih dahulu di bawah kolom air samudra, sehingga kandungan air pada permukaan kerak samudra menjadi meningkat. Ketika menunjam di bawah kerak benua, lempeng yang jenuh air sebagian akan mengalami dehidrasi yang diikuti oleh penurunan suhu leleh dari kerak samudra, sehingga kerak samudra akan mengalami pelelehan sebagian &lt;i&gt;(partial melting)&lt;/i&gt;, membentuk magma yang bersifat hidrous (karena kemasukan air akibat dehidrasi kerak samudra). Istilah kerennya &lt;i&gt;slab melting&lt;/i&gt;. Biasanya magma hasil pelelehan lempeng ini akan mempunyai karakteristik adakitik. Jauh berbeda kalau yang meleleh itu baji mantelnya (ini tidak dibahas pada artikel ini). Ketika magma naik ke bagian yang lebih dangkal dari kerak benua, magma akan mengalami kristalisasi sebagian dimana unsur-unsur yang kompatibel akan membentuk kumpulan mineral sesuai dengan seri reaksi Bowen (mineral fero-magnesia akan mengkristal telebih dahulu). Sedangkan unsur-unsur yang tidak kompatibel dengan RFM &lt;i&gt;(Rock Forming Minerals)&lt;/i&gt; akan ikut bersama-sama sisa magma yang masih bercampur dengan sisa air magmatik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Besarnya rasio unsur inkompatibel dengan kompatibel pada lelehan berikutnya bisa dihitung dengan menggunakan rumus fraksinasi Rayleigh, namun supaya tidak mumet rumus Rayleigh tidak akan dibahas di sini. Btw, fraksinasi ini akan terjadi berulang-ulang hingga lelehan habis mengkristal, dan semakin muda fase batuan, warnanya akan semakin cerah... Hal ini karena jumlah mineral-mineral fero-magnesia semakin lama semakin habis. Ini bisa dibuktikan dengan melihat sebaran batuan intrusi baik pada porfiri timah maupun porfiri tembaga (Grasberg atau Bangka/Belitung (granit multifase).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagaimana logam dapat terakumulasi? Ketika terjadi fraksinasi, logam tidak bisa ikut dalam mineral pembentuk batuan. Makanya disebut tidak kompatibel. Logam ini akan ikut pada air magmatik yang tidak mempunyai kesempatan membentuk mineral. Atau dengan kata lain, tidak semua air magmatik dapat diadopsi oleh mineral-mineral hidrous (seperti hornblende, biotit, atau muskovit). Pada fase akhir lelehan yang bagian luarnya telah mengkristal (padat), mengalami jenuh air magmatik, sehingga tekanan air magmatik tidak sanggup ditahan oleh bagian luar padatan dari magma tadi. Akibat tekanan air yang sangat tinggi ini lah timbul retakan-retakan pada bagian luar yang dikenal dengan istilah &lt;i&gt;hidrothermal fracturing&lt;/i&gt;. Penghancuran hidrotermal ini disebabkan oleh pendidihan air magmatik atau dikenal dengan istilah &lt;i&gt;second boiling&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;retrograde boiling&lt;/i&gt; (tergantung prosesnya). Nah, proses inilah yang menyebabkan terbentuknya pipa-pipa breksi &lt;i&gt;(breccia pipe)&lt;/i&gt; dan tekstur &lt;i&gt;stockwork&lt;/i&gt; pada suatu sistem porfiri. Air magmatik yang kaya akan logam ini (ingat fraksinasi) akhirnya bebas berkeliaran membawa logam kemana-mana. Tinggal anda tunggu kapan air ini tidak sanggup lagi mengangkut logam, di situlah kita akan dapatkan endapan logam yang ekonomis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Btw, kalau hal di atas hanya erjadi satu kali saja... dan dengan volume magma yang kecil, logam yang terakumulasi menjadi tidak ekonomis. Untuk mencapai level ekonomis minimal harus ada 3 kali fase intrusi yang saling sambung menyambung. Dengan rentang waktu ini larutan hidrotermal dapat bekerja lebih giat untuk mengumpulkan logam-logam yang ada di sekitarnya. Inilah kira-kira mengapa ada intrusi yang kaya akan logam, dan ada yang miskin logam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-4543400378993604109?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/4543400378993604109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=4543400378993604109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/4543400378993604109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/4543400378993604109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/11/penunjaman-lempeng-samudera.html' title='Penunjaman lempeng samudera'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-5826606091814682382</id><published>2007-11-28T20:49:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T05:08:25.530-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Emas bukan si mas...:-).</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Apa itu emas? Emas adalah sebuah mineral, suatu substansi alam, seperti halnya batubara, batu atau batuan, yang terbentuk secara alamiah pada kerak bumi. Emas adalah salah satu unsur, atau substansi yang tidak dapat terubah oleh kimia biasa. Emas memiliki warna yang cemerlang dan karena tidak dapat bereaksi dengan udara, air dan sebagian besar zat kimia, maka sifat cemerlangnya tidak pernah redup. Dalam kondisi alamiah, emas itu lunak dan mudah dibentuk. Jika dipanaskan hingga suhu 1.943 deg F (1.062 deg C) emas akan meleleh dan dapat dituang dalam cetakan untuk membentuk koin, batangan emas, atau objek lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Menurut legenda, Raja Midas dari Phyrgia (Greece), sangat senang dengan emas dan dia meminta pada Tuhan Dionysius untuk memberinya suatu kekuatan sehingga apa yang dia sentuh menjadi emas. Ketika hal tersebut termasuk makanannya dan anak perempuannya, Raja yang patah-hati tersebut meminta Dionysius untuk membuang sentuhan emasnya &lt;i&gt;(golden touch)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ke-jarang-an dan keindahan emas memberikannya nilai selama ribuan tahun. Meskipun kata emas hampir sama di beberapa bahasa, misalnya 'gold' dalam bahasa Inggris dan Jerman, 'guld' dalam bahasa Denmark, dan 'gulden' dalam bahasa Belanda. Tidak seperti logam yang lain, yang digunakan oleh manusia purba sebagai alat atau senjata, emas merupakan logam pertama yang digunakan sebagai perhiasan atau obyek dekorasi. Emas dalam bentuk koin pertama dibuat 3.000 tahun yang lalu di Turki. Pada tahun 550 B.C., pada masa Raja Croesus. Limaratus tahun kemudian Julius Caesar menggunakan koin emas untuk membayar tentara Romawi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Secara geokimia, emas merupakan unsur &lt;i&gt;siderophile&lt;/i&gt; (suka akan besi), dan sedikit &lt;i&gt;chalcophile&lt;/i&gt; (suka akan belerang). Karena sifatnya ini maka emas banyak berikatan dengan mineral-mineral besi atau stabil pada penyangga besi (magnetit/hematit). Di alam sumber emas terbesar adalah pada intibumi... karena kandungan intibumi adalah ~100% besi, dengan sedikit unsur-unsur ringan, seperti belerang, silikon dan oksigen. Dinamika bumi menyebabkan emas yang jauh di bawah permukaan bumi berpindah ke permukaan, baik melalui aktivitas magmatik maupun sirkulasi hidrotermal (baca artikel tentang larutan hidrotermal).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Beberapa istilah yang perlu diketahui:&lt;ul&gt;&lt;li&gt;toz (troy ounce), merupakan satuan emas di dunia pertambangan. 1 toz = 31.1 g.&lt;/li&gt; &lt;li&gt;karat, merupakan berat untuk mengukur kemurnian dari emas. Emas 100% disebut sebagai 24 karat, emas 50% = 12 karat, dst.&lt;/li&gt; &lt;li&gt;harga emas bervariasi dari waktu-ke-waktu, lihat &lt;a href="http://www.kitco.com" target="_blank"&gt;http://www.kitco.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Demikian tulisan ngawur tentang emas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-5826606091814682382?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/5826606091814682382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=5826606091814682382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5826606091814682382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5826606091814682382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/11/emas-bukan-si-mas.html' title='Emas bukan si mas...:-).'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-6346378570066003039</id><published>2007-11-28T20:25:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T04:59:35.035-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='eksploitasi'/><title type='text'>Mine closure: menambal bopeng permukaan bumi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Pertengahan November 2007, saya berkesempatan mengikuti workshop dengan judul &lt;i&gt;'Life of Mine Planning: Sustainable development principles and practices'&lt;/i&gt; yang diselenggarakan oleh AusAID bekerjasama dengan APEC dan Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral RI. Materi pokok dari kursus ini adalah penutupan tambang &lt;i&gt;(mine closure)&lt;/i&gt;. Ngapain sih mau nutup tambang saja kok repot?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sebelum tulisan tentang penutupan tambang saya lanjutkan, saya akan bercerita flash back ke beberapa tahun silam, sewaktu saya sekolah di Jerman. Btw, waktu itu saya sempat mengunjungi beberapa tambang tua yang sekarang sudah menjadi museum tambang di sana. Bahkan, museum tambang terdekat dari kampus tempat saya kuliah berada persis di bawah kampus (TU Clausthal). Kampus itu dulu didirikan untuk menyiapkan tenaga kerja untuk pertambangan timbal-selenium di daerah itu dan merupakan kampus tambang tertua kedua di Jerman (didirikan tahun 1825). Di sekitar kampus saya itu terdapat tambang baik yang bawah tanah maupun permukaan. Yang menarik adalah mengenai pengelolaan pasca tambangnya, mungkin bisa ditiru di Indonesia. Tetapi kalau bapak-bapak DPR/D ingin studi banding, jangan deh ke sana. Soalnya tidak ada yang bisa dibeli selain bebatuan atau sovenir dari batu, he..he...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kembali ke penutupan tambang... Di Clausthal penutupan tambang ada dua macam, untuk tambang bawah tanah tidak dilakukan penutupan, tetapi hanya rehabilitasi. Sehingga, bekas tambang masih bisa digunakan, i.e, untuk museum. Di Jerman museum tambang bisa dijadikan obyek wisata alternatif selain kota-kota tuanya. Berbeda dengan tambang bawah permukaan, tambang permukaan diselesaikan dengan bermacam-macam, ada yang ditutup dan dikembalikan seperti keadaan semula, ada juga yang dibiarkan terbuka, jadi semacam danau-danau buatan kecil. Nah, di Clausthal ada puluhan danau-danau kecil yang dibikin dari sisa penambangan terbuka. Danau-danau ini konon merupakan sumber dari air bawah tanah yang dipakai untuk mensuplai air minum di Jerman bagian utara. Kok air bekas tambang bisa dijadikan sumber air minum?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sekarang kita akan masuk ke teori yang agak serius...:-(.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ada banyak alasan mengapa tambang dapat ditutup secara prematur. Hasil riset menunjukkan bahwa penutupan tambang disebabkan beberapa alasan berikut:&lt;ul&gt; &lt;li&gt;ekonomi, seperti rendahnya harga komoditas atau tingginya biaya kerja, yang menyebabkan perusahaan pailit&lt;/li&gt; &lt;li&gt;geologi, seperti penurunan kualitas atau ukuran bongkah bijih yang tidak terantisipasi sebelumnya, misalnya kesalahan dalam studi pra-kelayakan tambang&lt;/li&gt; &lt;li&gt;teknis, kondisi geoteknik yang buruk&lt;/li&gt; &lt;li&gt;perubahan kebijakan, yang muncul dari waktu ke waktu, khususnya ketika terjadi perubahan pemerintah&lt;/li&gt; &lt;li&gt;tekanan sosial atau masyarakat, khususnya dari organisasi non-pemerintah atau LSM&lt;/li&gt; &lt;li&gt;penutupan industri atau pasar di tingkat hilir&lt;/li&gt; &lt;li&gt;bencana alam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rencana penutupan tambang khususnya tambang terbuka adalah sebuah konsep sederhana. Namun, masih membutuhkan perencanaan dan operasi dari tambang yang sedang berlangsung dan yang akan datang harus berbeda. Industri tambang harus mengambil inisiatif dan tanggungjawab untuk tidak meninggalkan lahan yang terkontaminasi dan tidak meninggalkan sisa tambang dan &lt;i&gt;tailing&lt;/i&gt; kepada generasi yang akan datang. Pengenalan akan konsep perencanaan penutupan tambang ke dalam perencanaan tambang akan memberikan kesempatan untuk pertanggung-jawaban ini. Perencanaan penutupan menyediakan metode dan teknik untuk rehabilitasi dari daerah yang terpengaruh oleh tambang, dan memastikan bahwa penutupan tambang tidak akan kompromi terhadap kualitas lingkungan di kemudian hari. Ini juga akan mengurangi risiko lingkungan kepada pemerintah, komunitas lokal, dan pekerja tambang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Salah satu step di dalam proses perencanaan penutupan adalah EIA (Environmental Impact Assessment) atau kalau diartikan pengkajian dampak lingkungan. Jika ini dilakukan dalam selama proses perijinan dan dilanjutkan selama proses penambangan, maka akan mengurangi biaya penutupan akhir tambang dan akan mengurangi biaya operasi saat itu. Cara terbaik untuk membuat rencana penutupan tambang adalah membuatnya secara progresif selama operasi penambangan berlangsung. Biasanya, beberapa perusahaan tambang yang baik, menemukan bahwa rehabilitasi selama operasi tambang dapat memberikan waktu untuk melakukan eksperimentasi. Monitoring keberhasilan dan kegagalan sebelum pengakhiran tambang akan memberikan fleksibilitas untuk mendapatkan rehabilitasi secara realistis. Di daerah yang masyarakatnya sangat bergantung kepada tambang, perencanaan penutupan harus melewati mitigasi dari dampak sosial-ekonomi. Perencanaan penutupan harus melihat sumber pekerjaan alternatif atau relokasi dari para pekerjanya dan dukungan dari pemerintah lokal dan komunitas pada proyek-proyek dan investasi yang tidak berkaitan dengan tambang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sebenarnya masih panjang, ntar capek membacanya... saya juga capek menulisnya... Btw, yang terpenting sebenarnya adalah regulasi pemerintah pemberi ijin tambang. Tetapi terkadang regulasi saja tidak cukup kalau pelaksana regulasi selalu mencari celah-celah untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Misalnya, pihak pemerintah (daerah terutama) bersedia melakukan rehabilitasi tambang, sehingga perusahaan tambang menyetorkan biaya yang dialokasikan untuk menutup tambang ke pemda. Begitu tambang ini berakhir, dana yang dikumpulkan di pemda sudah habis, entah dipakai apa... akhirnya penutupan tambang dilakukan seadanya atau kadang tidak dilakukan sama sekali alias ditinggalkan begitu saja. Dari sini lah bibit-bibit kerusakan akibat pertambangan yang banyak dijumpai di negara kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Demikian sekilap info...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-6346378570066003039?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/6346378570066003039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=6346378570066003039' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/6346378570066003039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/6346378570066003039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/11/mine-closure-mengurangi-bopeng.html' title='Mine closure: menambal bopeng permukaan bumi'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-292446705694243719</id><published>2007-11-27T04:25:00.000-08:00</published><updated>2007-11-27T04:36:33.480-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geogaul'/><title type='text'>Eksperimen... NO, kualitatif... YES!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Apakah geologi itu hanya identik dengan ketidakpastian atau kualitatif? Tidakkah geologi bisa dipakai untuk melakukan prediksi? Ada satu &lt;i&gt;'special issue'&lt;/i&gt; di majalah &lt;i&gt;Geologische Rundschau&lt;/i&gt; tahun 2000 silam (sekarang majalah ini berganti nama menjadi, International Journal of Earth Science), tentang prediksi di geologi. Artikel-artikel hasil penelitian maupun eksperimen disajikan dengan bagus dan dalam bahasa Inggris tentunya. Walaupun judul majalahnya dalam bahasa Jerman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Jangan berpandangan terlalu sempit tentang geologi. Belajar geologi tidak hanya mendeskripsi suatu materi bumi dan susunan keruangannya secara kualitatif saja... Eksperimentasi, penelitian dengan metode empiris juga dapat dilakukan. Sayangnya sejak kuliah Semester 1 hingga selesai selalu dijejali dengan data kualitatif. Data angka dirasa begitu asing bagi kalangan mahasiswa Jurusan Teknik Geologi. Bahkan mungkin di Fakultas Ekonomi yang termasuk ilmu sosial matakuliah yang berhubungan dengan kuantitatif lebih banyak dibandingkan di geologi. Ada apa dengan kuantifikasi di geologi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sebenarnya kesalahan terbesar terletak di awal kuliah/praktikum. Mahasiswa baru selalu dijejali dengan sesuatu yang sifatnya kualitatif. Sebagai contoh... ukuran kristal/butir pada deskripsi petrologi/petrografi selalu menggunakan istilah kualitatif. Mahasiswa lebih senang menggunakan ukuran perasaan dibandingkan mengukurnya dengan alat ukur seperti penggaris, mikrometer...:-(. Jadi kalau mereka mendeskripsi, kebanyakan akan menulis, ukuran butir pasir, lempung, atau halus, sedang, kasar. Sebenarnya dari sisi rekayasa ini tidak berarti apa-apa, karena tidak bisa dikuantifikasi. Padahal, sekarang ini sudah berkembang metode kuantitatif untuk segala bidang geologi termasuk pernik-pernik visualisasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mari ambil contoh bagaimana mengkuantifikasi sesuatu di geologi, mulai dari ilmu dasar (petrologi). Dalam deskripsi petrologi banyak hal yang bisa dinilai dengan kuantitatif, misalnya ukuran butir, tekstur, sortasi, kemas, dlsb. Sayangnya sering mahasiswa dijejali dengan hal-hal yang bersifat kualitatif, misalnya ukuran butir sedang-sedang saja... bukan yang, misalnya... ukuran butir 1,72 - 2.5 mm (rerata 2,02 mm). Secara rekayasa antara ukuran sedang-sedang saja dan 2,02 mm sangat jauh berbeda artinya. Begitu juga pada deskripsi batuan beku, misalnya ada istilah tekstur &lt;i&gt;'inequigranular'&lt;/i&gt; (ukuran tidak seragam). Tekstur ini bisa dikuantifikasi dengan menghitung bagaimana distribusi ukuran butirnya (CSD, Crystal Size Distribution). Contoh yang lain, sortasi jelek. Semua mahasiswa maupun lulusan geologi pasti tahu bagaimana sortasi yang jelek itu. Dari sisi rekayasa tidak artinya sampai disebutkan berapa indeks sortasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagaimana dengan eksprimen? Bisakah geologi melakukan eksperimen? Sebenarnya gampang aja (niru istilahnya Gus Dur/Gus Pur). Yang paling sederhana, misalnya campurkan beberapa ukuran butir material yang persen tiap ukuran butirnya sudah ditentukan. Lalu letakkan dalam kolom, dan beri tekakan tertentu lalu ukur porositas dan permeabilitasnya. Dari eksperimen ini kita akan mendapatkan parameter ukuran butir (termasuk sortasi), dan tekanan. Parameter lain yang ditentukan adalah porositas dan permeabilitas. Eksperimen ini akan menghasilkan prediksi empiris dari porositas dan permeabilitas terhadap fungsi ukuran butir dan tekanan. Eksperimen yang sederhana dan mudah bukan? Tetapi masih lebih mudah jadi klik boy, he..he...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Demikian sekilas info...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-292446705694243719?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/292446705694243719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=292446705694243719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/292446705694243719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/292446705694243719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/11/eksperimen-no-kualitatif-yes.html' title='Eksperimen... NO, kualitatif... YES!'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-4251277784320486674</id><published>2007-11-26T05:49:00.000-08:00</published><updated>2008-02-10T04:17:23.444-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Meso- dan hipotermal, baju yang sudah usang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Hal menarik dari presentasi IAGI di Denpasar awal November 2007 kemarin adalah beberapa presenter menggunakan istilah "mesotermal" yang penggunaannya saat ini di dunia geologi ekonomi sudah sangat jarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dalam kuliah Endapan Mineral untuk mahasiswa tingkat akhir Jurusan Teknik Geologi biasanya diperkenalkan klasifikasi endapan mineral menurut Lindgren (1933), yang terdiri atas epitermal, mesotermal, dan hipotermal. Pembagian ini didasarkan atas kontras suhu dan kedalaman pembentukan endapan ini. Namun, pada perkembangan selanjutnya dua dari tiga istilah tersebut sangat jarang digunakan, bahkan istilah hipotermal yang dulu diperuntukkan pada endapan yang terbentuk pada lingkungan yang dalam (3-15 km) dengan suhu ~300-600&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C tidak pernah lagi digunakan. Orang lebih mudah memahami istilah sistem porfiri dibandingkan hipotermal. Hal ini didasarkan atas karakteristik tekstur dan proses pembentukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagimana dengan istilah mesotermal? Apakah begitu suhu pembentukan mineral mencapai/melebihi 300&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C suatu endapan bisa dikelompokkan ke dalam mesotermal, seperti pada presentasi di IAGI November 2007 yang lalu? Menurut Lindgren (1933), endapan mesotermal terbentuk pada kedalaman sedang (1,2-4,5 km) dengan kisaran suhu 200-300&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. Namun, pada perkembangan modern, istilah mesotermal lebih difokuskan pada mineralisasi yang berhubungan dengan proses orogenesa (orogenic gold), seperti &lt;i&gt;zear zone&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;metamorphic lode&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;orogenic&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;greenstone belt&lt;/i&gt;. Jadi, endapan mesotermal difokuskan pada endapan logam (emas) yang berasosiasi dengan proses pembentukan batuan metamorfik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Jadi kalau dilihat dari suhu pembentukannya, memang endapan mesotermal pasti di antara 200-300&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C bahkan lebih dari 300&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. Meskipun demikian, mineralisasi yang masih berhubungan dengan sistem porfiri, mendekati 300-an deg masih dianggap sebagai endapan epitermal, jadi bukan termasuk mesotermal. Sebenarnya, faktor suhu ini akan berhubungan dengan logam apa yang akan terdeposisi dan ligan apa yang akan mengantarkan logam pada tempat pengendapannya. Penelitian terhadap suhu pembentukan saat ini tidak menjadi pusat perhatian dalam endapan logam, tetapi lebih ditekankan kepada mekanisme pengangkutan (jenis larutan dan ligan) dan sumber larutan pembentuk endapan itu sendiri (isotop stabil).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagaimana ciri-ciri endapan mesotermal atau yang lebih dikenal dengan istilah &lt;i&gt;shear zone&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;lode&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;orogenic&lt;/i&gt;? Endapan mesotermal terbentuk oleh hasil ekstraksi logam dari batuan pembawanya, misalnya batuan pelitik (lempung, lanau) atau basalt pada proses pembentukan pegunungan (orogenesa). Ekstraksi logam khususnya emas dikontrol oleh penyangga karbon dioksida (diistilahkan sebagai sekresi metamorfik). Jadi, kalau kita mendapatkan conto urat kuarsa dan dianalisis inklusi fluidanya akan diperoleh inklusi yang kaya akan CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Masih akan berlanjut...:-).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-4251277784320486674?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/4251277784320486674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=4251277784320486674' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/4251277784320486674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/4251277784320486674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/11/meso-dan-hipotermal-baju-yang-sudah.html' title='Meso- dan hipotermal, baju yang sudah usang'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-7067844094090608904</id><published>2007-11-07T03:11:00.000-08:00</published><updated>2007-11-08T04:30:04.690-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>Menulis skripsi: wordprocessor vs documentprocessor?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Menulis skripsi/tesis/disertasi tidak sama dengan menulis surat atau naskah-naskah pendek yang tidak membutuhkan konsentrasi untuk menatanya. Namun, kebanyakan dari pengguna komputer memakai perangkatlunak tanpa mempertimbangkan fitur/task dari suatu perangkatlunak tersebut. Misalnya, kapan kita akan mengetik dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wordprocessor&lt;/span&gt; dan kapan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;documentprocessor&lt;/span&gt;? Atau mungkin anda belum pernah mendengar perbedaan di antara kedua istilah ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kalau diterjemahkan secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;word-to-word&lt;/span&gt;, istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wordprocessor&lt;/span&gt; dapat diartikan sebagai pengolah kata sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;documentprocessor&lt;/span&gt; sebagai pengolah naskah/dokumen. Meskipun saat ini perangkatlunak pengolah kata telah dilengkapi dengan semacam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt; untuk mengolah suatu dokumen, namun prinsip dasarnya masih sebagai pengolah kata, bukan pengolah dokumen. Ada beberapa contoh perangkatlunak pengolah kata ini, misalnya MicrosoftWord, OpenOffice.org Writer, WordPerfect (entah masih ada atau tidak), KWord, dlsb. Sedangkan pengolah naskah, misalnya LaTeX, LyX, TeXmacs, dan ... ada satu lagi, lupa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Btw, apa perbedaan kedua macam alat bantu penulisan ini? Dari artinya saja sudah jelas, bahwa pengolah kata akan mengolah naskah anda kata-demi-kata. Dalam hal ini konsistensi layout tidak 'dipaksa' oleh si perangkatlunak. Misalnya, meskipun anda telah memilih atau membuat template suatu buku, namun di sana-sini tiap komponen kata masih bisa anda ubah. Jadi, konsistensi hasil dari model penulisan semacam ini tidak bisa diandalkan. Berbeda dengan pengolah naskah. Perangkatlunak pengolah naskah juga menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt; atau makro untuk mengatur layout isi dari seluruh naskah. Untuk mengubah salah satu bagian kecil dari naskah membutuhkan suatu perintah khusus, dan ini biasanya jarang dilakukan... karena akan membuang-buang waktu. Di sini konsistensi komponen naskah dapat dijaga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagaimana dengan menulis skripsi/tesis/disertasi? Tinggal anda pilih, mau capek-capek mengatur komponen naskah anda satu-per-satu atau biarkan perangkatlunak anda yang mengaturnya. Jika anda sangat sibuk, dan effort untuk mensunting naskah anda sangat sedikit, gunakan pengolah naskah... lupakan saja pengolah kata anda, he..he... Namun, ini juga butuh waktu untuk belajar, tetapi barangkali tidak sebanding dengan waktu yang akan anda keluarkan sebagai effort pada pemakaian pengolah kata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Lalu, apa kelebihannya memakai pengolahnaskah? Ada banyak kelebihan selain makro seperti yang sudah disinggung di atas, misalnya, penomoran baik tabel maupun gambar secara otomatis, struktur naskah yang konsisten, acuan silang yang sangat tepat, citasi yang terintegrasi dengan daftar pustaka (dengan database). Kalau anda menggunakan pengolahkata, semua ini memerlukan effort yang tidak sedikit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Selamat mencoba...!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-7067844094090608904?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/7067844094090608904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=7067844094090608904' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7067844094090608904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7067844094090608904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/11/menulis-skripsi-wordprocessor-vs.html' title='Menulis skripsi: wordprocessor vs documentprocessor?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-1078505659509311816</id><published>2007-10-17T02:54:00.000-07:00</published><updated>2007-12-05T05:02:44.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Pasir timah atau pasir bertimah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dari judulnya saja sudah bisa ditebak isinya... yang namanya pasir timah ya pasti pasir yang mengandung timah. Pasir timah ini dalam ilmu geologi ekonomi dikenal sebagai endapan timah plaser. Timah plaser ini merupakan hasil dari pelapukan mekanis endapan timah primer (entah itu timah porfiri atau timah epitermal). Di Indonesia enapan timah primer mungkin sudah tidak ada lagi atau ada tapi tidak ekonomis. Pelapukan mekanis maksudnya, batuan mengalami pelapukan karena faktor pemanasan dan tekanan, sehingga terpisahkan menjadi butiran-butiran kecil dalam ukuran pasir (1/16-2 mm). Akumulasi (terkumpulnya) pasir timah ini karena beratjenisnya lebih tinggi dari pasir biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Btw, anda mungkin tidak asing dengan istilah timah (Sn), lebih tepatnya timah putih... Karena di Indonesia ada juga istilah timah hitam atau timbal (Pb). Kenapa disebut timah hitam, saya belum dapat referensi tentang hal itu. Kembali ke timah putih yang dalam tulisan ini akan ditulis 'timah' saja. Indonesia pada waktu lampau (entah berapa tahun yang lalu), pernah menduduki sebagai penghasil timah plaser terbesar di dunia. Timah plaser merupakan timah dalam bentuk pasir lepas... namun bukan timah murni lho... Di alam sangat sulit menjumpai timah dalam bentuk murni (Sn), namun biasanya dijumpai berikatan dengan unsur lain, misalnya oksigen membentuk kasiterit (SnO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) atau stanit (Cu&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;FeSnS&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;). Bagaimana proses pembentukan mineral timah ini di alam akan dibahas pada artikel yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Pasir timah di kepulauan Riau, meskipun sudah ditambang cukup lama... hingga saat ini penduduk masih menambangnya untuk dijual ke para tengkulak (istilah kasarnya, soalnya mereka membeli dengan harga murah sih...). Sebenarnya apa sih yang menarik dari mineral yang mengandung timah ini? Apakah timahnya saja? Atau ada unsur ikutan yang lainnya yang mungkin jauh lebih menarik? Bijih timah biasanya tidak hanya mengandung timah saja, yang secara geokimia masih ada unsur ikutan yang lainnya yang mungkin cukup menarik untuk diambil, misalnya tungsten (W), tantalum (Ta), litium (Li) dan thorium (Th). Dari referensi yang saya dapat, kandungan bijih timah rata-rata untuk daerah Tikus (Belitung): 23g/t Ta, 0,12% Li, 0,3% Sn, 55g/t Th, dan 0,11% W... sedangkan di Kelapa Kampit: &lt;5g/t Ta, 22g/t Li, 1,3% Sn, 28g/t Th, dan 94g/t W.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mungkin anda bingung dengan angka-angka ini. Satuan g/t berarti dalam satu ton bijih akan diperoleh 1 gram unsur itu. Jadi, kalau kita mendapatkan satu ton pasir timah di daerah Tikus, kemungkinan kita akan memperoleh 23 gram Ta, 1,2 Kg Li, dst. Timah mungkin sudah biasa, tetapi lithium dan tungsten? Wow... cukup besar. Namun di Indonesia mungkin susah memprosesnya. Yang beruntung sih si cukong-cukong di negara sebelah. Pertanyaannya, sampai kapan kita akan begini terus alias tertipu oleh cukong dari negara sebelah? Atau kita sangat bangga ditipu...:-( dengan dalih, sesama ASEAN bersaudara, hik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-1078505659509311816?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/1078505659509311816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=1078505659509311816' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1078505659509311816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1078505659509311816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/10/pasir-timah-atau-pasir-bertimah.html' title='Pasir timah atau pasir bertimah?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-5611419870452689667</id><published>2007-10-08T02:17:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T01:24:59.495-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geogaul'/><title type='text'>Dukun geologi: bisakah gempabumi diramal?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kita membayangkan negeri nan indah yang terletak di busur kepulauan dan kaya akan sumberdaya alamnya. Bagai negeri impian, namun di balik keindahan itu terpendam bahaya geologi yang cukup dasyat yang sewaktu-waktu bisa menghantam negeri impian ini. Salah satunya adalah bencana gempabumi. Tulisan ini terinspirasi oleh Surat Pembaca di Kompas, 7/6/2006 (kalau gak salah) mengenai peramalan bencana gempabumi. Benarkah gempabumi bisa diramal?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Indonesia terletak bagian tepi selatan dari lempeng Eurasia. Penunjaman lempeng Australia dari selatan dan lempeng Pasifik dari timur laut menjadikan Indonesia sebagai sebagian dari cincin api dunia &lt;i&gt;(ring of fire)&lt;/i&gt; atau lebih tepatnya lingkaran gunungapi. Telah dijelaskan pada artikel yang lain (lihat tulisan &lt;a href="http://warmada.blogspot.com/2007/08/gempa-bumi-apanya-yang-bergoyang.html" target="_blank"&gt;sebelumnya&lt;/a&gt;), bahwa pergerakan lempeng Australia ke utara mendekati sekitar 12-an cm/tahun. Pergerakan yang sangat lambat tentunya. Jika pergerakan ini konstan kita tidak akan pernah merasakan apa-apa. Namun, bumi ini dinamis. Seperti orang membawa mobil atau motor, kadang jalanan macet hingga kendaraan harus berhenti, kadang jalanan kosong sehingga laju kendaraan mengalam percepatan. Pergerakan lempeng pun identik dengan dinamika pengendara mobil ini. Kadang tidak bergerak sama sekali, kadang tiba-tiba bergerak. Pergerakan tiba-tiba ini yang menghasilkan gempa. Nah, apakah ahli ilmu kebumian bisa meramal gempa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sebelum kita diskusikan masalah ini, mari kita lihat fenomena gempabumi yang pernah terjadi di Indonesia. Berikut ini adalah daftar gempabumi yang terjadi di Indonesia dalam kurun &lt;5 tahun yang bersumber dari data KCM dapat dilihat pada &lt;a href="http://warmada.staff.ugm.ac.id/GeoGaul/statistik-gempa.html" target="_blank"&gt;Tabel Data Gempabumi Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dari data di atas, terlihat bahwa betapa gempa muncul sangat tidak teratur dan tidak berpola. Jangankan linear (seperti yang ditulis di Surat Pembaca Kompas), metode tidak linear dan tidak beraturan seperti fractal saja sampai saat ini tidak dapat digunakan untuk meramal gempa secara pasti kapan akan terjadi. Hal seperti ini mirip dengan menduga manusia kapan pastinya akan lahir dan mati. Itulah dinamika bumi. Meskipun demikian, upaya untuk mencari fakta-fakta penanda gempa sebelum gempa terjadi &lt;i&gt;(precursor)&lt;/i&gt; masih terus dicari. Beberapa kelompok ahli kebumian pernah mengklaim metodenya bisa dipakai untuk meramal gempa, tetapi pada gempa berikutnya metodenya meleset. Misteri munculnya gempa yang tiba-tiba masih merupakan misteri alam yang hingga saat ini belum bisa diramal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Btw, kita tidak perlu memikirkan kapan akan terjadi gempabumi. Yang perlu dipikirkan adalah dimana daerah-daerah yang rawan terhadap gempa. Dalam hal ini, pertimbangan ahli geologi dan geofisika sangat dibutuhkan untuk menentukan daerah-daerah seperti ini (pembuatan peta zonasi kerentanan gempa). Dari peta ini akan dapat dirancang jenis-jenis bangunan untuk zona tertentu. Zona mana yang harus dihindari untuk bangunan-bangunan publik, seperti gedung-gedung bertingkat/hotel. Sehingga ketika gempa terjadi lagi, kerusakan yang diakibatkannya dapat ditekan seminimal mungkin. Gempa tidak membunuh manusia, tetapi bangunan yang hancur lah yang membuat manusia mengalami luka-luka atau bahkan terbunuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Langkah lain yang harus dipertimbangkan adalah membuat rumah-rumah tahan gempa. Rumah-rumah tradisional sebenarnya sangat tahan terhadap gempa. Di Yogyakarta ada rumah Joglo, Bali ada rumah tradisional Bali, Sulawesi/Kalimantan ada rumah panggung. Rumah-rumah seperti ini sebenarnya didesain oleh pendahulu/nenek moyang kita untuk menghadapi gempa, karena sejak jaman dulu nenek moyang kita sudah terbiasa dengan gempa. Kita terjebak pada modernisasi. Modernisasi telah merubah kekayaan budaya (rumah-rumah tradisional) menjadi rumah modern yang sangat rentan terhadap gempa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,sans serif,helvetica;"&gt;&lt;b&gt;Saran bacaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;li&gt;Achenbach, J., Essick, P., 2006. Di bagian mana gempa akan menyerang bumi? National Geographic (Indonesia) 04/2006.&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Geller, R.J., Jackson, D.D., Kagan, Y.Y., Mulargia, F., 1996. Enhanced: Earthquakes cannot be predicted. &lt;i&gt;Science&lt;/i&gt; &lt;b&gt;275&lt;/b&gt;: 1616 (Science-Online)&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Hough, S. E., 2005. Earthquake: Predicting the unpredictable? &lt;i&gt;Geotimes&lt;/i&gt; &lt;b&gt;03/2005&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Main, I., 1999. Is the reliable prediction of individual earthquakes a realistic scientific goal? &lt;i&gt;Nature&lt;/i&gt; &lt;b&gt;397&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-5611419870452689667?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/5611419870452689667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=5611419870452689667' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5611419870452689667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5611419870452689667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/10/dukun-geologi-bisakah-gempabumi-diramal.html' title='Dukun geologi: bisakah gempabumi diramal?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-1409244730955110129</id><published>2007-10-03T03:49:00.000-07:00</published><updated>2007-12-05T05:02:59.265-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Boiling: apanya yang mendidih?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boiling&lt;/span&gt; sangat populer di dunia geologi endapan logam, terutama emas dan tembaga. Saking populernya, ada mahasiswa yang belum apa-apa sudah nyeletuk, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;boiling&lt;/span&gt;, pak". Apa itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boiling&lt;/span&gt;? Menurut wikipedia, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boiling&lt;/span&gt; adalah suatu tipe transisi fase, yang biasanya terjadi ketika cairan dipanaskan hingga melampaui titik didihnya (mendidih). Makanya ada istilah di restoran, telur matang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(boiled-egg)&lt;/span&gt;, yang artinya telur yang sudah dimasak. Jadi, boiling secara gampangnya dapat diartikan sebagai pendidihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagaimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boiling&lt;/span&gt; dalam konteks pembentukan mineral bijih? Mahasiswa yang pernah mengambil Geologi Mineral Bijih pasti tahu, bahwa batas antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;precious&lt;/span&gt;- dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;base-metal&lt;/span&gt; ada pada zona &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boiling&lt;/span&gt;. Istilah ini umumnya dipakai pada endapan tipe epitermal dan/atau  mesotermal. Mengapa terjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boiling&lt;/span&gt; pada sistem epitermal? Pembentukan mineral bijih hidrotermal tidak dapat lepas dari larutan hidrotermal. Apa itu larutan hidrotermal silakan dibaca pada artikel &lt;a href="http://warmada.blogspot.com/2007/08/mandi-air-panas-mencuci-dengan-air.html"&gt;sebelumnya&lt;/a&gt;. Larutan hidrotermal dihasilkan baik karena kontak air meteorik dengan suatu tubuh intrusi atau air sisa dari magma yang telah membeku. Anda tentu ingat titik didih air sangat tergantung pada suhu dan tekanan. Semakin tinggi tekanan titik didih akan semakin tinggi, dan sebaliknya. Ketika larutan hidrotermal ini naik, pada level tertentu terjadi pergeseran titik eutektik air, di mana tekanan menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Hal ini menyebabkan titik didih air menjadi turun. Pada level inilah larutan hidrotermal mengalami boiling.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mengapa emas banyak ditemukan pada zona &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boiling&lt;/span&gt; tersebut? Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan bahwa emas pada suhu rendah sangat mudah ditransport dalam bentuk sulfida kompleks dan pengendapan emas dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti naiknya pH, penurunan suhu larutan, hilangnya hidrogen sulfida, dan diserap oleh mineral lain. Apa yang terjadi ketika boiling? Ketika boiling terjadi pelepasan gas, dimana HS&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt; lepas dari larutan membentuk gas H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S. Ketika gas H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S bebas, maka emas akan mengendap. Di sisi lain pelepasan gas H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S akan merubah sifat larutan dari sedikit asam menjadi netral atau agak basa. Pada kondisi ini emas atau logam lain juga akan mengendap. Jadi, ketika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boiling&lt;/span&gt;, emas tidak dapat berjalan-jalan bebas karena pembawanya telah pergi. Si ligan bilang, "daku pergi, kau tak kubawa..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Nah demikian kira-kira yang terjadi, mengapa emas dapat dijumpai pada zona boiling? Lalu, apa bedanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boiling&lt;/span&gt; ini dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;retrograde boiling (second boiling)&lt;/span&gt;? Istilah terakhir ini dikenal di dunia sistem porfiri tembaga atau porfiri timah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-1409244730955110129?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/1409244730955110129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=1409244730955110129' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1409244730955110129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1409244730955110129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/10/boiling-apanya-yang-mendidih.html' title='Boiling: apanya yang mendidih?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-6512727909277554886</id><published>2007-09-07T22:17:00.000-07:00</published><updated>2007-09-07T22:54:29.027-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>Mengkombinasi gambar raster dan vektor</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Gambar merupakan komponen penting dalam publikasi, entah itu web, majalah, atau buku. Namun, tidak jarang orang menambah gambar ke dalam teks asal-asalan, sehingga kualitas gambar menjadi rendah. Kalau anda hobi membaca buku, kebanyakan penerbit pemula tidak  mempertimbangkan kualitas cetakannya, baik kualitas gambar maupun editingnya. Saya pernah membaca sebuah buku yang tiap halamannya selalu ditemukan banyak salah ketik. Dari sisi kepuasan konsumen harusnya buku itu tidak layak dijual. Tetapi gemana lagi, wong di Indonesia konsumen menjadi sesuatu yang selalu terpaksa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Waktu saya masih kuliah, saya biasanya mencari buku-buku yang masuk kategori &lt;i&gt;pre-published copy&lt;/i&gt;, i.e., buku yang dicetak dalam jumlah terbatas (untuk uji coba), dan biasanya dijual dengan harga &amp;lt;50%. Buku yang saya beli itu kalau resmi harganya sekitar Eur 350,- tetapi karena ada cacat cetak (separasinya tidak bagus), buku itu dijual dengan harga Eur 125,- (langsung dari penerbitnya, Springer-Verlag). Jadi penerbit-penerbit besar di LN sangat memanjakan pembacanya. Bukan seperti di Indonesia jelekpun dijual dengan harga sama mahalnya dengan yang bagus. Kasihan deh gue...:-).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kembali ke gambar... Coba anda perhatikan gambar yang ada di buku yang pernah anda beli/baca. Gambar dapat dikelompokkan dalam dua macam, yaitu gambar raster (bitmap) dan gambar vektor. Kualitas gambar raster sangat tergantung dengan resolusi, sedangkan gambar vektor tidak tergantung resolusi. Masalahnya ketika menggabung kedua gambar ini menjadi satu. Contohnya, suatu gambar foto diberikan atribut panah dan teks, di mana baik panah maupun teksnya merupakan komponen vektor. Bagaimana kualitasnya? Tergantung bagaimana cara anda mengabungkannya. Apakah digabungkan dengan &lt;i&gt;image-editor&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Gimp&lt;/b&gt;) atau digabung dengan &lt;i&gt;vector-editor&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Inkscape&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Sodipodi&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Xfig&lt;/b&gt;). Image-editor meskipun bisa dipakai untuk menambah komponen vektor, tetapi komponen ini tetap dianggap sebagai raster. Ini akan bermasalah ketika melakukan &lt;i&gt;resizing&lt;/i&gt; (perbesaran/pengecilan gambar).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagaimana cara yang paling baik? Gunakan &lt;i&gt;vector-editor&lt;/i&gt; yang bisa membaca/mengimport berkas bitmap, misalnya &lt;b&gt;Inkscape&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Xfig&lt;/b&gt; (dua program ini favorit saya). Langkah yang pertama dilakukan adalah menghitung resolusi gambar raster yang akan ditambahi atribut vektor (lihat perhitungan resolusi di artikel sebelumnya). Resolusi yang cukup bagus untuk gambar beratribut vektor adalah 450dpi. Setelah gambar disesuaikan resolusinya, import dengan perangkat lunak &lt;i&gt;vector-editor&lt;/i&gt; lalu tambahkan atribut vektor yang anda inginkan. Setelah itu, export gambar ini dalam format EPS &lt;i&gt;(Encapsulated PostScript)&lt;/i&gt;. Kelebihan format ini adalah menyimpan gambar dalam format aslinya, vektor sebagai vektor dan raster sebagai raster.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Namun, tidak semua &lt;i&gt;text-editor&lt;/i&gt; dapat menyisipkan  gambar dalam format ini. Jalan satu-satunya, ya gambar EPS diimport dengan Gimp pada resolusi 600dpi lalu ubah kembali ke resolusi 450dpi dan simpan dalam format TIFF (jangan pakai format lain, apalagi JPEG yang &lt;i&gt;loosy-compressed&lt;/i&gt;). Format JPEG, GIF dan PNG hanya cocok untuk gambar raster tanpa atribut vektor.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-6512727909277554886?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/6512727909277554886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=6512727909277554886' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/6512727909277554886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/6512727909277554886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/09/mengkombinasi-gambar-raster-dan-vektor.html' title='Mengkombinasi gambar raster dan vektor'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-5297468174753653937</id><published>2007-09-07T05:23:00.000-07:00</published><updated>2007-09-07T17:38:24.915-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geogaul'/><title type='text'>Pasir kuarsa atau pasir bangunan?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Beberapa tahun lalu saya ikut jadi tim inventarisasi bahan galian di suatu daerah. Waktu presentasi laporan akhir terjadi diskusi yang cukup menegangkan. Bagaimana tidak... bukan bagaimana ya, hik. Ahli geologi dari Dinas Pertambangan Daerah bersikukuh bahwa pasir yang ada di daerahnya itu pasir bangunan. Sedangkan ketua tim kami mengatakan bahwa pasir tersebut adalah pasir kuarsa (pasir yang mengandung kuarsa &gt;90%). Kalau lihat definisinya, pasir bangunan adalah pasir yang dapat digunakan untuk bahan bangunan. Baik pasir biasa maupun pasir kuarsa bisa dijadikan pasir bangunan, he..he... Apanya yang menarik dari debat itu? Harga pasirnya yang menarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Pasir bangunan dan pasir kuarsa harganya jauh berbeda... kalau boleh dibilang, harga pasir kuarsa super duper jauh lebih tinggi daripada pasir bangunan. Hal ini karena pemanfaatannya yang berbeda. Dari sisi kelompok, pasir bangunan termasuk bahan galian golongan C, sedangkan pasir kuarsa masuk bahan galian industri. jadi beda banget... tidak BT lagi alias beda tipis. Di dunia ini ada beberapa jenis pasir atau batupasir. Pasir kuarsa atau sering disebut sebagai &lt;i&gt;quartz arenite&lt;/i&gt; (kalau sudah membatu), pasir arkosik (komponen dominannya feldspar), pasir &lt;i&gt;graywacke&lt;/i&gt; (komponennya bercampur cem-macem, dengan ukuran butiran juga tidak seragam. Nah, pasir terakhir inilah yang sebenarnya disebut sebagai pasir bangunan. Jadi tidak semua pasir dapat dikategorikan sebagai pasir bangunan, kecuali anda mau menjual murah, hik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Pasir kuarsa biasanya digunakan dalam industri gelas atau cetakan untuk mencetak logam. Untuk industri gelas, pasir kuarsa harus memiliki karakteristik: Fe&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&amp;lt;0,025%, TiO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&amp;lt;0,03%, Al&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&amp;lt;11%, CaO dan MgO&amp;lt;0,03% (ini diambil dari buku Jerman, lihat SNI untuk keperluan di Indonesia). Perbedaan penggunaan pasir kuarsa ini akan merugikan kas daerah, harga yang berbeda juga pajak akan berbeda. Entahlah, apakah si oknum yang dari Dinas itu mendapat persenan dari investornya atau tidak, hanya dia sendiri yang tahu. Yang jelas, pasir itu banyak cukup banyak macamnya, baik pasir kuarsa maupun pasir arkosik sama-sama merupakan bahan galian industri. Jangan dijual sebagai pasir bangunan... baik harga, pajak dll atributnya akan jauh berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Pesan dan kesan dari kasus ini adalah, baik Dinas Pertambangan Daerah maupun Pemda, jangan terburu-buru menjual aset di daerah anda... hanya sekadar untuk berlomba-lomba menambah PAD. Pikirkan masak-masak sebelum memutuskan untuk menjual ke investor. Kalau tidak tahu, jangan malu bertanya pada yang lebih ahli. Cari tahu, jangan-jangan ada sesuatu yang lebih menarik yang diincar oleh investor...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-5297468174753653937?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/5297468174753653937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=5297468174753653937' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5297468174753653937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5297468174753653937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/09/pasir-kuarsa-atau-pasir-bangunan.html' title='Pasir kuarsa atau pasir bangunan?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-7621019559817853892</id><published>2007-09-07T05:15:00.000-07:00</published><updated>2007-12-05T05:03:09.855-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Pirit dan emas, bagaimana membedakannya?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Orang sering terbuai oleh penampakan pirit, yang kilapnya menyerupai emas. Kadang ada yang bertanya, apakah pirit ini emas? Atau apakah pirit ini mengandung emas? Uraian berikut ini akan mencoba mengulas tentang pirit yang tampaknya mirip seperti emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Pirit dengan rumus kimia FeS&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, merupakan salah satu dari jenis mineral sulfida yang umum dijumpai di alam, entah sebagai hasil sampingan suatu endapan hidrotermal ataupun sebagai mineral asesoris dalam beberapa jenis batuan. Tidak ada penciri mineralisasi tertentu jika anda menjumpai pirit, apalagi sedikit (he..he...). Secara deskriptif, pirit ini mempunyai warna kuning keemasan dengan kilap logam. Jadi, kalau tidak biasa dengan mineral-mineral logam, sering menganggapnya sebagai emas. Secara struktur kristal, baik pirit dan emas sama-sama kubis, namun sifat dalamnya yang berbeda. Emas lebih mudah ditempa daripada pirit. Kalau dipukul, pirit akan hancur berkeping-keping, sedangkan emas tidak mudah hancur karena lebih mudah ditempa &lt;i&gt;(maleable)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Cara yang cukup mudah adalah dengan melihat asahan polesnya di bawah mikroskop bijih (dengan syarat, butiran emas harus lebih besar dari 1 &amp;mu;m (mikron)). Meskipun sama-sama isotropik, tetapi kecemerlangan emas tidak dapat ditandingi oleh pirit, begitu juga bentuknya. Biasanya di bawah mikroskop pantul, emas tampak berbentuk tak beraturan dibandingkan pirit yang kadang bentuk kubisnya masih tampak. Cara lain yang lebih canggih adalah dengan menganalisis kandungan kimianya, misalnya dengan &lt;i&gt;microprobe&lt;/i&gt; atau SEM plus EDX. Dengan cara ini anda bisa memastikan apakah yang anda sebut pirit itu emas atau pirit?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Apakah pirit mengandung emas? Mungkin saja emas terdapat di dalam pirit, sebagai yang dikenal dengan istilah &lt;i&gt;refractory gold&lt;/i&gt;. Emas ini ukurannya sangat kecil atau sering dikatakan sebagai &lt;i&gt;invisible gold&lt;/i&gt;, karena ukurannya &lt;0.1 &amp;mu;m, tidak sanggup dideteksi dengan SEM (mikroskop elektron). Emas ini biasanya hadir bersama-sama arsen (&lt;i&gt;arsenian pyrite&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;arsenopyrite&lt;/i&gt;). Cara yang paling mudah, ya kumpulkan piritnya lalu analisis mikrokimia... (tapi ini mahal).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-7621019559817853892?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/7621019559817853892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=7621019559817853892' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7621019559817853892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7621019559817853892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/09/pirit-dan-emas-bagaimana-membedakannya.html' title='Pirit dan emas, bagaimana membedakannya?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-5652561109585743135</id><published>2007-09-05T04:01:00.000-07:00</published><updated>2007-12-05T05:03:17.873-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Bijih besi: apakah yang menarik hanya besinya?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Setahun yang lalu diajak teman untuk menjadi saksi ahli untuk pengertian ekplorasi dan eksploitasi di kota Padang. Namun, di sini yang menarik bukan kasusnya, tetapi tipe bijih besi yang ada di daerah sengketanya. Hampir sebagian besar bijih besi di dunia dihasilkan dari endapan bertipe BIF &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Banded Iron Formation)&lt;/span&gt;, yaitu suatu bijih yang terusun oleh lapis-lapis oksida besi (hematit atau magnetit bersama-sama kuarsa). Ada beberapa tipi bijih besi yang lain yang cukup menarik, terutama di Indonesia... seperti skarn, laterit, dan sedimenter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Tipe bijih besi di daerah sengketa sebenarnya secara pasti belum bisa ditentukan, karena keterbatasan data dan kualitas data sekunder yang tidak begitu baik. Namun, dilihat dari kandungan besinya yang tinggi, dengan kadar titanium yang rendah kemungkinan besar bijih besi ini merupakan endapan hidrotermal, misalnya skarn. Selain kandungan unsur-unsur ini, di sekitar bijih itu dijumpai beberapa bongkah-bongkah batugamping dan batuan beku (granit). Jadi, kemungkinan tipe mineralisasi besi di daerah sengketa ini hampir 70% dapat dipastikan berupa endapan skarn. Nah, selain besi adakah unsur lain yang menarik pada endapan jenis ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Seperti telah diketahui, granit di Sumatra sebagian besar merupkan granit pembawa timah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(tin granite)&lt;/span&gt;. Biasanya selain unsur Sn (timah putih) kemungkinan besar bisa dijumpai unsur tungsten (W) yang bernilai sangat ekonomis. Mobilitas tungsten mungkin lebih tinggi daripada Sn (cek deh di buku geokimia), sehingga ketika pembentukan skarn Sn tetap nongkrong pada batuan pembawanya, granit sedangkan W berkeliaran bersama-sama larutan hidrotermal (mungkin lho...). Makanya pada fase pembentukan skarn, Fe mestinya akan berasosiasi dengan sedikit W. Justru, W -lah yang lebih menarik di daerah ini dibandingkan dengan Fe-nya sendiri. Btw, kehadiran mineral-mineral yang mengandung tungsten belum dapat dipastikan, masih perlu dicek dengan asahan poles (mineragrafi) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;microprobe&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Nah kalau ada yang mau beli bijih besi dengan harga lumayan, jangan dijual dulu... cek lah terlebih dahulu apakah ada unsur lain yang mungkin lebih mahal daripada besi? Apakah tungsten (W), vanadium (V), titanium (Ti) ataukah emas (Au)-nya. Kalau nggak barangkali akan kecolongan yang kedua kali setelah kasus PT Freeport beberapa tahun silam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-5652561109585743135?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/5652561109585743135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=5652561109585743135' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5652561109585743135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5652561109585743135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/09/bijih-besi-apakah-yang-menarik-hanya.html' title='Bijih besi: apakah yang menarik hanya besinya?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-1283140209731847717</id><published>2007-09-05T03:04:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T03:57:32.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geogaul'/><title type='text'>Batulempung vs mineral lempung</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Istilah lempung dalam geologi mempunyai dua pemakaian yang berbeda. Lempung sebagai ukuran butiran suatu batuan sedimen klastik yang diameter butirannya &lt;1/256 mm (skala Wentworth). Mungkin ada yang bertanya, apakah batulempung tersusun oleh mineral lempung? Belum tentu, batu lempung tersusun oleh agregat atau mineral yang berukuran lempung (&lt;4 μm). Tetapi, mungkin saja sebagian komponen penyusun batulempung ini berupa mineral lempung. Nah, apa itu mineral lempung?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Seperti pengertian batulempung di atas, mineral lempung adalah mineral yang berukuran lempung. Definisi ini mungkin benar dan mungkin juga tidak. Namun, mineral ini merupakan mineral silikat hidros yang sangat melimpah di permukaan bumi. Khususnya, terkonsentrasi pada kondisi geologi dimana interaksi air dan batuan cukup aktif. Struktur dan komposisi kimianya merupakan suatu respon terhadap destabilisasi mineral yang terbentuk pada kondisi temperatur-tekanan yang lebih tinggi. Lingkungan yang biasanya mineral ini dapat dijumpai meliputi: tanah, lapukan batuan, sistem geotermal, seri diagenesis terpendam, dll. Yang pasti, apapun asal-muasalnya, mineral yang melimpah di permukaan bumi ini selalu berukuran halus (&lt;4 μm). Mengapa partikel ini selalu kecil (berukuran halus).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Tulisan ini dirangkum dari artikel Meunier (2006) yang berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Why are clay minerals small?"&lt;/span&gt; Menurut tulisan ini dikatakan bahwa, karena sifat-sifat kristalokimianya (ketersedian ruang antar lapis yang tidak sempurna, hidrasi yang heterogen, dll), sehingga secara genetik akan cacat jika membentuk kristal yang berukuran lebih besar. Namun, tiap jenis mineral lempung mempunyai kekuatan untuk berkembang yang berbeda-beda. Mineral yang perkembangannya mempunyai sedikit cacat mungkin akan berkembang hingga mencapai beberapa puluh mikrometer, misalnya kaolin atau ilit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Itu kira-kira kenapa mineral lempung berukuran halus.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-1283140209731847717?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/1283140209731847717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=1283140209731847717' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1283140209731847717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1283140209731847717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/09/batulempung-vs-mineral-lempung.html' title='Batulempung vs mineral lempung'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-2551964199594704918</id><published>2007-09-02T04:14:00.000-07:00</published><updated>2007-10-08T20:16:37.230-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geogaul'/><title type='text'>Glaukonit, mineral hijau yang eksotis...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Habis ngecek pemetaan mahasiswa yang lagi bertugas Pemetaan Mandiri di daerah antara Blora dan Cepu (Oky, Juni, Salman, Puja dan Danawan), cukup jauh dari Yogyakarta. Mesti nyewa mobil untuk sampai di sana dengan cepat. Tidak ada sesuatu yang menarik selama perjalanan, karena seperti biasa asal kena angin jalan yang sepoi-sepoi dan basah, saya pasti tertidur pulas dan bangun ketika mobil berhenti. Namun di salah satu lokasi yang akan saya cek bersama 5 mahasiswa, ada sesuatu yang menarik. Glaukonit yang berwarna hijau tua yang hadir pada batuan batupasir karbonatan (entah lah belum ngecek petrografinya). Dari dulu cuman dengar istilahnya saja, belum lihat barangnya, he..he...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Istilah glaukoni dan glaukonit merupakan istilah yang umum dijumpai pada literatur tentang batuan sedimen. Istilah glaukoni &lt;i&gt;(glaucony)&lt;/i&gt; diperkenalkan oleh Odin &amp;amp; Letolle (1980) untuk suatu butiran yang terbentuk oleh proses pembentukan glaukonit. Ini bukan nama sebuah mineral, tetapi lebih kepada istilah morfologi atau fasies. Istilah glaukonit telah digunakan oleh ahli-ahli sedimentologi &lt;i&gt;(sedimentologists)&lt;/i&gt; untuk mengidentifikasi suatu mineral lempung hijau yang kaya akan potas (K&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O lebih dari 8%) yang pada awalnya dijumpai dalam fasies glaukoni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Jadi, istilah glaukonit (menurut beberapa referensi, lihat di bawah) melingkupi suatu seri mineral mika yang kaya besi yang terbentuk pada lapis bagian atas sedimen dasar laut pada lokasi dimana masukan sedimennya kecil. Sulit kan dicerna, wong diterjemahkan asal-asalan... Btw, meskipun cukup sulit dipahami namun mineral ini sungguh menarik bagi ahli geologi atau sedimentologi. Mineral ini merupakan suatu mika yang terbentuk dari beraneka macam material awal (e.g., biotit) oleh proses diagenesis pada lingkungan laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Karena kandungan potas (K)- dan proses pembentukannya, mineral ini merupakan salah satu dari mineral yang dapat digunakan untuk stratigrafi sekuen dan menentukan umur sedimentasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(K-Ar dating)&lt;/span&gt;. Jadi kalau anda ingin menentukan kedua hal ini dan pas ada mineral-mineral berbentuk pelet berwarna hijau, coba tes dengan XRD apakah benar glaukonit atau bukan. Kalau benar, anda bisa memanfaatkannya untuk kedua hal di atas. Selain itu, kandungan potas pada glaukonit juga dapat digunakan untuk menentukan kematangan dan mengevaluasi waktu yang dibutuhkan untuk pembentukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,sans serif,helvetica;"&gt;&lt;b&gt;Saran bacaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;li&gt;Giresse, P., Wiewi&amp;oacute;ra, A., Grabska, D., 2004. Glauconitization processes in the northwestern Mediterranean (Gulf of Lions). &lt;i&gt;Clay Minerals&lt;/i&gt; &lt;b&gt;39&lt;/b&gt;: 57-73.&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Longu&amp;eacute;p&amp;eacute;e, H., Cousineau, P. A., 2006. Constraints on the genesis of ferrian illite and aluminium-rich glauconite: Potential impact on sedimentology and isotope studies. &lt;i&gt;The Canadian Mineralogist&lt;/i&gt; &lt;b&gt;44&lt;/b&gt;: 967-980.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-2551964199594704918?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/2551964199594704918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=2551964199594704918' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/2551964199594704918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/2551964199594704918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/09/glaukonit-mineral-hijau-yang-eksotis.html' title='Glaukonit, mineral hijau yang eksotis...'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-3457815225873234597</id><published>2007-09-01T06:27:00.001-07:00</published><updated>2007-09-01T06:59:45.585-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geogaul'/><title type='text'>Mikroskop katodoluminesens, untuk apa?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Suatu mikroskop biasanya menggunakan cahaya matahari atau lampu sebagai sinar utamanya. Mikroskop katodoluminesens (CL) dihasilkan dari suatu tembakan elektron yang digabungkan dengan suatu mikroskop optik. Atas dasar suhu CL yang dihasilkan, mikroskop ini dapat dibagi menjadi dua macam, i.e., mikroskop dengan CL panas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(hot-CL)&lt;/span&gt; dan mikroskop dengan CL dingin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(cold-CL)&lt;/span&gt;. Penggunakan masing-masing mikroskop ini tergantung dari kekuatan mineral yang akan dianalisis. Misalnya, mineral karbonat biasanya digunakan cold-CL, sedangkan kuarsa lebih tepat menggunakan hot-CL.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Untuk apa sih CL digunakan? Sinar CL biasanya akan diserap atau diperkuat oleh suatu unsur dalam suatu kristal/mineral. Sebagai contoh, efek transmisi sinar CL pada mineral karbonat (misalnya kalsit) sangat dipengaruhi oleh kehadiran unsur Fe dan Mn. Dengan mengetahui pola luminesen yang dihasilkan oleh mineral karbonat, dapat diinterpretasikan perubahan kandungan Fe dan Mn ketika mineral tersebut terbentuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Lalu, apa sih pentingnya Fe dan Mn? Kedua unsur ini begitu penting pada proses redoks (reduksi-oksidasi) dari lingkungan pembentukannya. Kondisi redoks ini akan berpengaruh pada proses transportasi atau deposisi dari suatu logam. Anda mungkin pernah mendengar, ketika tanah dalam kondisi asam (tanah asam), mobilitas logam sangat tinggi. Tanaman menjadi kelebihan logam (mikro nutrisi) dan so pasti mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dalam dunia geologi ekonomi, kondisi redoks ini sangat penting untuk menginterpretasikan kapan logam yang bernilai ekonomis akan mengalami transportasi atau deposisi. Kehadiran Mn yang lebih dominan pada mineral karbonat yang biasanya ditandai oleh luminesen berwarna oranye, mencirikan bahwa mineral tersebut terbentuk pada kondisi reduksi. Pada kondisi ini logam mulia seperti emas dan perak lebih mudah mengalami transportasi dibandingkan deposisi (terendapkan). Pada asosiasi mineral karbonat seperti ini dapat dipastikan kadar emas atau peraknya akan rendah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Hal yang sama juga dapat diterapkan pada batuan sedimen karbonat (biasanya yang dianalisis adalah semen karbonatnya). Semen karbonat yang mengandung Mn tinggi, terbentuk pada suasana reduksi atau di bawah muka air laut. Begitu juga sebaliknya. Dengan melihat pola luminesen semen karbonat dapat diinterpretasi bagaimana fluktuasi muka air laut ketika batuan karbonat ini diendapkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Berbeda dengan cold-CL di atas, hot-CL biasanya digunakan untuk menentukan provenan dari kuarsa atau untuk menentukan apakah kuarsa sudah mengalami saling-tumbuh atau masih orisinal? Hal ini dapat dilihat dari perbedaan warna CL yang dihasilkan dari tiap-tiap kuarsa ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Demikian sekilap info...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-3457815225873234597?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/3457815225873234597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=3457815225873234597' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/3457815225873234597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/3457815225873234597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/09/mikroskop-katodoluminesens-untuk-apa.html' title='Mikroskop katodoluminesens, untuk apa?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-8176993948482049148</id><published>2007-08-31T20:04:00.000-07:00</published><updated>2007-08-31T20:58:05.307-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>Mimpi punya kamera beresolusi tinggi...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Punya kamera dengan resolusi tinggi bagi sebagian masyarakat bawah memang sebuah impian. Jangankan beli kamera, untuk bayar uang kuliah/sekolah saja harus ngutang sana-sini. Btw, kamera dengan resolusi berapakah yang bisa dipakai untuk menyusun suatu laporan ilmiah atau skripsi. Haruskah membeli kamera dengan resolusi 6 Meg atau bahkan yang 16 Meg?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sebelum membahas resolusi kamera, mari kita hitung-hitungan kembali. Suatu laporan ilmiah atau skripsi yang menggunakan kertas ukuran A4 (29,7 x 21 cm) biasanya akan menggunakan margin atas-kiri-kanan-bawah = 4-4-3-3. Dengan demikian, panjang teks atau gambar maksimum adalah 21 cm - 7 cm = 14 cm (5,51 inch). Jadi, kalau kita akan menggunakan panjang teks sebagai lebar maksimum dari gambar yang akan disisipkan maka panjang gambar yang diperlukan adalah 5,51 inch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1" cellpadding="5%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#ffff99"&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;u&gt;Catatan&lt;/u&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hasil keluaran postscript atau PDF hanya menggunakan resolusi 600 dpi. Jangan gunakan resolusi lebih dari ini untuk apapun komponen dokumen anda (gambar, grafik dan teks)&lt;/span&gt;. Untuk menghasilkan keluaran yang optimum, gambar raster tidak harus beresolusi 600 dpi. Menurut aturan di Elsevier yang pernah saya baca (beberapa jurnal), resolusi yang disarankan adalah: 300 dpi (hanya raster), 450 dpi (kombinasi raster dan vektor), dan 600 dpi (hanya vektor).&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Berdasarkan keterangan pada kotak di atas, maka resolusi gambar yang akan disisipkan maksimum 450 dpi. Maka, lebar piksel dari gambar dengan resolusi ini adalah 450 dpi * 5,51 inch = 2480 pixel. Dengan catatan bahwa lebar gambar sama dengan panjang teks. Biasanya ukuran gambar semacam ini tidak enak dipandang mata. Gambar biasanya berukuran 10 cm atau 12 cm atau ambil jalan tengahnya sebesar 75% dari panjang teks. Jadi panjang gambar minimal adalah 75% x 2480 pixel = 1860 pixel. Kalau rasio gambar di kamera adalah 4:3 maka ukuran gambar yang dibutuhkan untuk membuat laporan adalah sebesar 1860x1395 pix@72 dpi. Resolusi minimal kamera yang dibutuhkan adalah sebesar 1860*1395/(1024*1024) = 2,5 Meg (kemera dengan resolusi 3.0 Megapixel sudah cukup). Atau kalau mau pakai ukuran yang lebih lebar 2480x1860 diperlukan kamera dengan resolusi 2480*1860/(1024*1024) = 4.4 Meg (4.0 Megapixel).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Jadi, jangan kecewa tidak punya kamera dengan resolusi tinggi. Yang penting adalah bagaimana membuat karya yang baik meskipun hanya dengan kamera butut... (maksudnya kamera dengan resolusi tidak tinggi (&lt;5 Meg). Tetapi jangan coba memotret artis dengan kamera resolusi rendah ini, ntar jerawatnya gak kelihatan...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-8176993948482049148?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/8176993948482049148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=8176993948482049148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/8176993948482049148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/8176993948482049148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/mimpi-punya-kamera-beresolusi-tinggi.html' title='Mimpi punya kamera beresolusi tinggi...'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-5623364551157170501</id><published>2007-08-31T06:04:00.000-07:00</published><updated>2007-08-31T07:00:47.766-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>File slide presentasi bengkak...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1"&gt;Pernahkah tanpa anda sadari slide presentasi anda meskipun hanya beberapa slide besar filenya &gt;10 MB? Berikut ini beberapa tip yang perlu dilakukan untuk me-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;retouching&lt;/span&gt; slide anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1"&gt;Sering kali kita menambahkan foto atau gambar vektor ke dalam slide untuk menambah kejelasan dari materi teks yang disajikan. Namun karena merasa waktu yang dimiliki sangat terbatas, foto ataupun gambar vektor yang disisipkan ke dalam slide apa adanya. Misalnya, foto yang diambil dari kamera dengan resolusi 5 Meg disisipkan langsung dalam slide dan diresize dengan slide editor yang kita punyai. Begitu juga gambar vektor dari suatu program entah dicopy-pastekan atau dibuat dengan meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;export&lt;/span&gt; gambar ke dalam format JPEG. Ada dua kemungkinan dari metode penyisipan gambar ini. Pertama, file slide presentasi menjadi bengkak atau kualitas gambar vektor menjadi jelek ketika di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;display&lt;/span&gt;. File menjadi bengkak karena kita menyisipkan gambar resolusi tinggi ke dalam slide yang akan ditampilkan dalam resolusi rendah (rata-rata 96 dpi). Mari kita hitung gambar dari kamera maksimum 5 Meg. Gambar dari kamera ini biasanya mempunyai ukuran 2592x1944 (72 dpi). Kalau gambar ini kita konversi ke dalam 96 dpi (resolusi layar monitor), maka akan didapatkan gambar dengan ukuran 1944x1458 (96 dpi). Jadi, panjang gambar ini adalah 20,25 inch... jauh melebihi ukuran slide yang disediakan oleh slide editor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1"&gt;Untuk memperoleh ukuran gambar yang tepat maka gambar dari kamera ini harus di-resize (tentunya dengan photo editor, misalnya GIMP atau ImageMagick) baru disimpan sebagai file yang lain (jangan ditimpa, karena mungkin suatu waktu file asli dibutuhkan untuk publikasi yang lain, seperti laporan atau karya tulis lainnya). Bagaimana menghitung ukuran gambar yang tepat untuk slide? Background slide biasanya mempunyai ukuran: 28 x 21 cm (OpenOffice.org Impress) atau 11 x 8,27 inch. Untuk background ini dibutuhkan gambar dengan ukuran panjang: 11 inch * 96 pixel/inch = 1056 pixel dan lebar 8,27 inch * 96 pixel/inch = 794 pixel.  Jadi, untuk background slide hanya dibutuhkan gambar dengan ukuran 1056x794 (96 dpi), hampir separuh ukuran gambar aslinya. Dengan cara ini bisa mengurangi besar file slide presentasi anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1"&gt;Bagaimana dengan gambar vektor yang dieksport dari vektor editor, misalnya (Inkscape, Xfig, atau OpenOffice.org Draw, atau lainnya)? Jangan eksport gambar vektor ke dalam format JPEG! Format yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;loosy-compressed&lt;/span&gt; ini akan merusak penampakan gambar vektor anda. Format keluaran yang paling baik adalah postscript (EPS atau PS). Untuk menampalkan file EPS atau PS ini ke dalam slide presentasi, import file ini dengan resolusi &gt;=150 dpi (hidupkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;antialiasing&lt;/span&gt; baik font maupun grafiknya). Setelah itu resize gambar ini dengan perhitungan seperti di atas (ke resolusi 96 dpi). Memang cara ini cukup ribet, tetapi hasilnya cukup memadai, ukuran file slide presentasi yang tidak begitu besar dan kualitas gambar sesuai dengan resolusi layar. Cara ini tepat untuk komputer kelas kacang atau ecek-ecek... (bukan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;high performance computer&lt;/span&gt; lho...).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1"&gt;Selamat mencoba...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-5623364551157170501?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/5623364551157170501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=5623364551157170501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5623364551157170501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5623364551157170501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/file-slide-presentasi-bengkak.html' title='File slide presentasi bengkak...'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-5494311841663201634</id><published>2007-08-25T23:37:00.000-07:00</published><updated>2007-08-25T23:47:33.876-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geogaul'/><title type='text'>Ada apa dengan marmer?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Saya jadi ingat waktu masih mahasiswa semester IV. Waktu itu saya sudah selesai mengambil matakuliah Petrologi. Saat pulang kampung, salah satu rumah teman dibangun dengan megah (dalam konteks dulu istilah megah artinya bahan-bahan yang dipakai serba mahal). Salah satu komponen yang dipakai menurut orang-orang di kampung disebut sebagai marmer. Saya sangat kagum dengan keluarga teman saya yang beru membangun rumahnya dengan menggunakan lantai marmer. Saya menghabiskan waktu cukup lama liburan semester genap di rumah. Registrasi bisa dititipkan, jadi liburan bisa diperpanjang hingga 1,5 bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Kebetulan waktu itu kakeknya teman yang mempunyai rumah baru ini meninggal. Karena orangtua saya sibuk saya diminta mewakili keluarga untuk melayat. Waktu saya sampai di rumah teman, biasa... otak masih segar dengan istilah bebatuan. Batu apapun yang dijumpai di sekitar rumah saya amati, he..he... termasuk yang kata orang marmer di rumah teman itu. Saya jadi sedikit bingung dengan sebutan marmer yang ternyata saya lihat masih banyak kenampakan fosilnya... memang sih sudah dipoles sangat kinclong. Menurut teori, marmer terbentuk oleh proses metamorfosa batugamping. Bisa metamorfosa kontak atau metamorfosa regional. Kalau berbicara metamorfosa mestinya ada transformasi material asal (batugamping) menjadi batuan baru (marmer) dengan mineral-mineral baru merupakan hasil rekristalisasi mineral-mineral penyusun batuan asalnya. Berdasarkan atas teori ini mestinya fosil yang ada di batu marmer tidak nongol lagi alias sudah mengalami rekristalisasi. Waktu itu saya bingung, ini marmer atau batugamping berfosil? Menjadi tanda tanya besar di kepala saya waktu itu. Baru kemudian terjawab setelah saya mengambil matakuliah Geologi Mineral Industri (dulu namanya Geologi Mineral Bukan Logam).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Telah dijelaskan bahwa marmer yang dikenal di masyarakat ada dua macam, marmer asli dan marmer industri (batu dimensi yang berasal dari batugamping). Kemudian, yang sangat populer adalah marmer industri ini, karena harganya jauh lebih murah daripada marmer asli. Jadi, ciri-ciri marmer asli adalah kristal kalsit/dolomitnya jelas, kalau diperbesar ada kontak &lt;i&gt;suture&lt;/i&gt; di antara kristal-kristalnya, fosil sudah tidak nongol lagi. Hati-hati dengan batugamping kristalin...! Sama-sama terdiri dari kristal, tetapi kontak antar kristalnya masih mozaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Demikian sekilap info tentang marmer...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-5494311841663201634?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/5494311841663201634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=5494311841663201634' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5494311841663201634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/5494311841663201634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/ada-apa-dengan-marmer.html' title='Ada apa dengan marmer?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-7050478519500359350</id><published>2007-08-25T05:17:00.000-07:00</published><updated>2007-08-25T18:37:13.742-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geogaul'/><title type='text'>Air mineral atau air bermineral?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ingat Aqua, pasti ingat air mineral... Apa yang dimaksud dengan mineral pada istilah air mineral ini? Apakah istilah ini sama dengan istilah mineral di dunia mineralogi (cabang dari geologi)? Mineral pada "air mineral" merupakan istilah pada ilmu nutrisi. Pada kontek ini, air mineral berarti air yang mengandung senyawa penting atau nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Bagaimana dengan mineral di dunia mineralogi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dalam istilah umum, suatu mineral adalah unsur atau senyawa kimia yang umumnya kristalin dan terbentuk sebagai hasil dari proses-proses geologik. Namun, ada beberapa mineral yang bukan kristalin, misalnya amorf dan metamik... yang dapat dikelompokkan sebagai mineraloid. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca pada Nickel (1995). Dalam geologi, mineral berperan sangat penting, karena menjadi dasar penamaan atau klasifikasi batuan. Dengan mengetahui jenis mineral, kita akan tahu unsur penting apa yang terkandung pada mineral itu. Ini sangat penting jika ingin mengetahui penyebaran unsur-unsur yang bernilai ekonomis, seperti emas, perak, tembaga, timbal, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Beberapa kegunaan mempelajari mineral:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;untuk menduga longsoran&lt;br /&gt;Longsoran pada prinsipnya terjadi karena ikatan antar komponen massa batuan menjadi lemah. Pelemahan ini paling mudah disebabkan oleh masuknya air ke zona lemah atau zona yang akan menjadi bidang gelincir dari longsoran (untuk lebih jelasnya baca Karnawati, 2005). Bagaimana dengan peran mineralogi? Longsoran sering berkaitan dengan mineral... misalnya mineral lempung &lt;i&gt;(clay minerals)&lt;/i&gt;. Salah satu jenis mineral lempung yang mempunyai sifat mudah menyerap air dan mengembang, misalnya montmorilonit. Ketika mineral ini mengembang, partikel air memperlemah ikatan awal dari mineral ini sehingga kekuatannya menjadi 0.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;untuk mencari bahan baku industri&lt;br /&gt;Bahan baku industri alam akan berhubungan dengan mineral industri &lt;i&gt;(industrial minerals)&lt;/i&gt;, misalnya kaolin sebagai bahan baku industri keramik, bentonit-Na untuk bahan baku lumpur pemboran, kuarsa atau obsidian sebagai bahan baku industri gelas, dlsb. Untuk mencari bahan baku ini tentunya harus mengerti tentang mineral-mineral untuk industri tadi baik secara mineralogi maupun model geologinya (ini berguna untuk menghitung kuantitas mineralnya). Pendekatan geologi sangat penting, karena menyangkut kuantitas... Jangan sampai begitu ditambang 1 minggu cadangan mineral yang diinginkan habis (ini ada beberapa khasus khusus perusahaan tambang karbitan, hik.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;untuk mencari bahan baku logam&lt;br /&gt;Seperti halnya bahan baku industri, mencari bahan baku logam (mineral bijih, atau &lt;i&gt;ore minerals&lt;/i&gt;) jauh lebih sulit karena akumulasi logam di alam tidak begitu besar, kecuali pada daerah-daerah tertentu. Misalnya, logam tembaga-emas (Cu-Au) di Grasberg, Irian Jaya. Untuk mencari bahan baku logam ini diperlukan metode eksplorasi yang rumit, mulai dari eksplorasi regional, semi-rinci dan rinci... lalu dibuktikan dengan pemboran. Jadi, tidak asal dapat mineral logam langsung tambang.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;untuk geologi medis&lt;br /&gt;Beberapa tahun terakhir telah berkembang cabang interdisipliner baru yang dikenal dengan geologi medis &lt;i&gt;(medical geology)&lt;/i&gt;. Bidang ini mempelajari baik unsur/mineral penyebab penyakit... misalnya asbestos (penyakit kanker paru-paru atau lebih tepatnya disebut asbestosis), penyakit gondok akibat kekurangan yodium atau yang baru-baru ini lagi naik daun yaitu penyakit akibat merkuri atau arsenik (baca artikel tentang &lt;a href="http://warmada.blogspot.com/2007/08/munir-yang-malang-arsenik-karakteristik.html"&gt;Munir yang malang...&lt;/a&gt;). Selain mempelajari tentang penyebab penyakit alami baik karena kekurangan atau kelebihan unsur &lt;i&gt;(toxic metals)&lt;/i&gt;, geologi medis juga mempelajari mineral-mineral yang bisa dipakai untuk meningkatkan kesehatan, misalnya lempung sebagai obat mencret. Masih ingat orangtua jaman dulu (mungkin sampai sekarang, di desa-desa) masih memakai kapur untuk campuran daun sirih. Atau waktu saya kecil sering mengisap "ampa (dalam bahasa Bali)" (semacam tanah lihat yang dibakar), rasanya gurih. Lempung yang diisap ini mungkin bisa dipakai sebagai penyerap racun.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,sans serif,helvetica;"&gt;&lt;b&gt;Daftar bacaan:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;li&gt;Karnawati, D. (2005) Bencana alam gerakan massa tanah di Indonesia dan upaya penanggulangannya. Jurusan Teknik Geologi FT-UGM, Yogyakarta, 232 h.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nickel, E. H. (1995) &lt;i&gt;The definition of a mineral.&lt;/i&gt; Can. Mineral. &lt;b&gt;33&lt;/b&gt;: 689-690.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Petruk, W. (2000) Applied mineralogy in the mining industry. Elsevier, Amsterdam, 268 h.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siegel, F. T. (2002) Environmental geochemistry of potentially toxic metals. Springer-Verlag, Berlin, 218 h.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-7050478519500359350?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/7050478519500359350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=7050478519500359350' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7050478519500359350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7050478519500359350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/air-mineral-atau-air-bermineral.html' title='Air mineral atau air bermineral?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-2024934877098057334</id><published>2007-08-25T05:05:00.000-07:00</published><updated>2007-08-25T05:22:58.573-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>Virus oh virus... (virus komputer)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Hari ini saya diserahi tugas ngasih pembekalan pengantar Petrologi untuk mahasiswa S-2 ASEAN di Jurusan Teknik Geologi FT-UGM. Laptop untuk presentasi disediakan oleh bagian sarana-prasarana. Sebenarnya pengin bawa laptop sendiri selain aman dari virus, juga perangkat lunak yang saya pakai untuk presentasi tidak umum di Indonesia (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LyX&lt;/span&gt;). Laptop sudah telanjur disiapkan ya terpaksa berkas LyX harus diubah ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PDF&lt;/span&gt;. Lagian laptopnya baru dibeli, sekalian ngetes lah. Cuman sayangnya hanya ada O/S Microsoft Windows. Gak apa-apa lah, toh ada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adobe Reader&lt;/span&gt;. Btw, setelah selesai ngasih pembekalan dan balik ke komputer pribadi ternyata flash disk panen virus, hik...:-(.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mengapa orang lebih suka dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;userfriendliness&lt;/span&gt; (kemudahan) dan yang pasti harus berurusan dengan virus, daripada yang "kurang" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;userfriendly&lt;/span&gt; tapi tidak perlu ngurusin virus? Misalnya menggunakan Linux. Masih ingat, orang selalu mengatakan Microsoft lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;userfriendly&lt;/span&gt; daripada Linux?  Pernahkah? berpikir, seandainya kena virus... berapa waktu yang harus dibuang untuk memantain virus? Kalau virusnya hanya ecek-ecek dan tidak merusak sih tidak apa-apa... tetapi kalau sampai merusak harddisk atau data-data penting, mungkin yang bisa dilakukan cuman merenungi nasib, he..he...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sebenarnya, saat ini hampir semua perangkat lunak yang sudah ber-GUI (istilah keren dari tatap muka grafis) boleh dikatakan sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;userfriendly&lt;/span&gt;. Tingkat userfriendly-nya tergantung seberapa lama kita sudah memakainya. Coba aja bandingkan antara menggunakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Microsoft Word&lt;/span&gt; (versi 97/2000 atau yang lebih baru) dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;OpenOffice.org Writer&lt;/span&gt; (versi 2.2.1). Hasil dan pemakaiannya tidak jauh berbeda. Memang kelengkapan fiturnya agak lain, karena lain pendekatan desain. Kita barangkali bisa hitung-hitungan, antara menggunakan *.doc (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;MSWord&lt;/span&gt;) dengan *.odt (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;OOoWriter&lt;/span&gt;), seberapa sering di antara kedua berkas ini berurusan dengan virus? Anda bisa jawab sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Untuk mengurangi waktu maintain virus yang tidak ada gunanya, coba lah beralih ke O/S yang tidak rentan terhadap virus (bahasa kerennya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;vulnerabilitas&lt;/span&gt; terhadap virusnya kecil atau bahkan 0), misalnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unix&lt;/span&gt;-like O/S seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Linux&lt;/span&gt;. Selama hampir 10 tahun menggunakan perangkat lunax berbasis &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unix&lt;/span&gt;, belum pernah rasanya berurusan dengan virus. Apalagi sampai data yang rusak... kalau berkas hilang karena salah perintah sih biasa, itupun pas awal-awal belajar sistem &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unix&lt;/span&gt; (berkas ke-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;delete&lt;/span&gt; dengan perintah &lt;span style="font-family: courier new;"&gt;rm -r *&lt;/span&gt; (hilang 1 direktori).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Selamat merenung... apakah mau berurusan dengan virus atau damai tidak pernah tersentuh virus komputer...:-).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-2024934877098057334?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/2024934877098057334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=2024934877098057334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/2024934877098057334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/2024934877098057334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/virus-oh-virus-virus-komputer.html' title='Virus oh virus... (virus komputer)'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-2320914039478362994</id><published>2007-08-10T04:27:00.000-07:00</published><updated>2007-09-07T18:26:44.989-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>Mengapa harus membajak?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sebagaimana hukum Newton III (teori kelembaman), entah benar atau salah pasti berdampak pada manusia. Salah satunya adalah keengganan untuk belajar sesuatu yang baru, misalnya perangkat lunak. Kita lebih senang memakai yang sudah pernah dan mudah digunakan, misalnya: mengetik harus pakai MS Word, menggambar harus pakai CorelDraw. Meskipun perangkat lunak yang dipakai berlisensi bajakan atau dalam bahasa ilmiahnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;illegal&lt;/span&gt;. Mengapa harus membajak? Padahal banyak perangkat lunak gratis yang mampu menggantikan peran dari perangkat lunak tersebut, meskipun tidak 100% sama. Paling tidak apa yang diinginkan seperti itu bisa dibuat dengan perangkat lunak legal dan gratis. Kalau menyontek istilah LyX, "WYSIWYM" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(What You See Is What You Mean)&lt;/span&gt;, yang artinya "apa yang kamu lihat adalah apa yang kamu maksud".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Sebagai contoh: menggambar atau melayout poster tidak harus menggunakan perangkat lunak CorelDraw yang cukup mahal untuk kantong orang Indonesia. Untuk mengurangi pembajakan perangkat lunak CorelDraw ini bisa diganti dengan &lt;b&gt;Inkscape&lt;/b&gt; dengan hasil yang relatif sama (tergantung seni dan kemampuan imajinatif masing-masing). Bagaimana dengan mengetik atau membuat presentasi... Kata teman yang asli Betawi, "pan ada &lt;b&gt;OpenOffice.org&lt;/b&gt;..." Begitu juga kalau mau melayout naskah, tidak perlu membajak PageMaker, gunakan saja &lt;b&gt;Scribus&lt;/b&gt;. Yang agak berat dan perlu ekstra belajar adalah perangkat lunak untuk membuat peta digital atau GIS. Biar tidak membajak ArcInfo, MapInfo, atau Ermapper... cobalah perangkat lunak &lt;b&gt;GRASS-GIS&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;GMT&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Generic Mapping Tools)&lt;/i&gt; yang gratis. Untuk memplot data gunakan &lt;b&gt;Gnuplot&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Grace&lt;/b&gt;, jangan deh menggunakan SigmaPlot, Microcal atau Grapher. Memang, perangkat lunak gratisan ini tidak semudah perangkat lunak komersial karena kita harus membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;template&lt;/span&gt;-nya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Begitu kira-kira kalau kita ingin maju tanpa harus menjustifikasi pembajakan... Lis-tulis, dalam kitab suci manapun tidak ada yang membenarkan pembajakan, kecuali main set-nya diatur supaya benar, he..he...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-2320914039478362994?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/2320914039478362994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=2320914039478362994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/2320914039478362994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/2320914039478362994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/mengapa-harus-membajak.html' title='Mengapa harus membajak?'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-3712219766062451292</id><published>2007-08-09T21:40:00.000-07:00</published><updated>2007-08-10T04:49:24.167-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>Memodifikasi tampilan naskah dengan LyX. Bagian 2: Paket "skripsi.sty"</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Paket &lt;span style="font-family:courier;"&gt;&lt;a href="http://warmada.staff.ugm.ac.id/TextProc/skripsi/examples/skripsi.zip"&gt;skripsi.sty&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; hanya merupakan paket tambahan (baca tulisan tentang paket &lt;span style="font-family:courier;"&gt;&lt;a href="http://warmada.blogspot.com/2007/08/memodifikasi-tampilan-naskah-dengan-lyx.html"&gt;geol-ugm.sty&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;), jadi bukan sebagai paket utama pada penulisan karya tulis. Paket utama yang bisa dipakai adalah book, report, dan/atau koma-script. Selain paket-paket ini penulis tidak bisa menjamin. Paket ini dapat digunakan dengan menambahkan perintah-perintah berikut ini pada preamble (Maaf, contoh berikut ini hanya fiktif belaka... Kesamaan tempat dan lain-lainnya mungkin hanya kebetulan semata). Btw, istilah Informatika Ekonomi mungkin belum ada di Indonesia, tetapi istilah ini merupakan salah satu jurusan di salah satu Universitas di Jerman. Judul aslinya, &lt;i&gt;"Wirtschaft Informatik"&lt;/i&gt; atau terjemahannya Informatika Ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-family:courier;"&gt;\usepackage{skripsi}&lt;br /&gt;\pubtype{Skripsi}&lt;br /&gt;\degree{Sarjana (Strata-1)}&lt;br /&gt;\department{Informatika Ekonomi}&lt;br /&gt;\program{Program Swadaya}&lt;br /&gt;\faculty{Fakultas Ekonomi}&lt;br /&gt;\university{Universitas Gadjah Mada}&lt;br /&gt;\authortext{Penyusun}&lt;br /&gt;\idnum{87/13678/TK/15057}&lt;br /&gt;\city{Yogyakarta}&lt;br /&gt;\date {2006}&lt;br /&gt;\supervisor{Shakuntala}&lt;br /&gt;\idsup{134 222 256}&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Perintah &lt;span style="font-family:courier;"&gt;\usepackage{skripsi}&lt;/span&gt; adalah perintah yang digunakan  untuk memanggil paket &lt;span style="font-family:courier;"&gt;skripsi.sty&lt;/span&gt;, sedangkan perintah-perintah  berikutnya merupakan masukan yang dibutuhkan oleh paket ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Paket dapat dilihat dan didownload pada: &lt;a href="http://warmada.staff.ugm.ac.id/TextProc/skripsi/skripsi.html"&gt;http://warmada.staff.ugm.ac.id/TextProc/skripsi/skripsi.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-3712219766062451292?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/3712219766062451292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=3712219766062451292' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/3712219766062451292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/3712219766062451292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/memodifikasi-tampilan-naskah-dengan-lyx_09.html' title='Memodifikasi tampilan naskah dengan LyX. Bagian 2: Paket &quot;skripsi.sty&quot;'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-3544616613702675230</id><published>2007-08-09T21:15:00.000-07:00</published><updated>2007-08-10T04:50:09.377-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>Memodifikasi tampilan naskah dengan LyX. Bagian 1: Paket "geol-ugm.sty"</title><content type='html'>&lt;span style="font-size=-1;"&gt;LyX dan merupakan salah satu dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;document processor&lt;/span&gt; yang sangat handal  dalam mendesain layout naskah yang konsisten. LyX merupakan perangkat  lunak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;front-end&lt;/span&gt; dari LaTeX, sehingga tanpa LaTeX perangkat lunak ini  tidak dapat dijalankan. Sebagian besar desain layout yang disediakan  oleh LaTeX dan LyX merupakan standard internasional yang mana biasanya  universitas di Indonesia akan merasa 'gengsi' untuk memakainya. Pada  kesempatan ini penulis mencoba memberikan salah satu solusi untuk  menjembatani antara paket LaTeX yang sudah tersedia dan kebutuhan  layout Skripsi atau Referat/Karya Tulis Ilmiah di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size=-1;"&gt;Paket ini  penulis beri nama &lt;span style="font-family:courier;"&gt;&lt;a href="http://warmada.staff.ugm.ac.id/TextProc/skripsi/examples/geol-ugm.zip"&gt;geol-ugm.sty&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;.  Bagi pengguna di luar UGM silakan memberi nama yang lain. Apa manfaat  penggunaan paket ini? Seperti halnya paket-paket lain di LaTeX yang  selalu memanjakan penggunanya, paket ini pun demikian. Pengguna tidak  perlu memikirkan bagaimana harus melayout tulisan yang dibuat, karena  LaTeX dapat melakukannya. Pengguna tidak perlu memikirkan bagaimana  harus membuat sampul, lember pengesahan, mengatur gambar. Semua ini  dikerjakan oleh LaTeX melalui paket ini. Jadi, pengguna cukup memikirkan isinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size=-1;"&gt;Paket dan penggunaannya dapat dilihat dan didownload pada: &lt;a href="http://warmada.staff.ugm.ac.id/TextProc/skripsi/geol-ugm.html"&gt;http://warmada.staff.ugm.ac.id/TextProc/skripsi/geol-ugm.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-3544616613702675230?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/3544616613702675230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=3544616613702675230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/3544616613702675230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/3544616613702675230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/memodifikasi-tampilan-naskah-dengan-lyx.html' title='Memodifikasi tampilan naskah dengan LyX. Bagian 1: Paket &quot;geol-ugm.sty&quot;'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-986138889796747289</id><published>2007-08-09T20:57:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T22:56:52.319-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Munir yang malang: arsenik, karakteristik dan sumber alaminya</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Setahun yang lalu, tim dokter Belanda berhasil mengungkap kasus  kematian Munir yang malang itu. Hasil otopsi dari dokter tersebut  menyatakan bahwa Munir meninggal karena kelebihan kadar arsenik dalam  tubuhnya. Kasus ini pada awalnya cukup heboh, namun seperti biasa  kasus-kasus heboh semacam ini selalu berakhir dengan ketidakjelasan.  Kemudian muncul kasus yang lain, seperti pencemaran logam berat di  teluk Buyat. Kasus ini pun tidak secara tuntas terselesaikan. Banyak  pengamat maupun peneliti independen sudah diturunkan, namun lagi-lagi  masyarakat tidak mendapat suguhan hasil yang memuaskan. Tulisan ini  bertujuan untuk memberi gambaran mengenai arsenik, sumbernya di alam  baik alami maupun antropogenik (hasil sampingan dari aktivitas  manusia).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- dimana arsen alami dapat ditemukan --&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Arsenik merupakan suatu unsur yang ada di mana-mana (seperti judul  sinetron religi saja...:-)) dan dapat dimobilisasi melalui kombinasi  beberapa proses alamiah, seperti pelapukan dan erosi, aktivitas  biologis, dan emisi gunungapi, dan aktivitas manusia (antropogenik).  Meskipun demikian sebagian masalah lingkungan akibat arsenik merupakan  hasil dari mobilisasi pada kondisi alamiah, dampak antropogenik  rupa-rupanya cukup siginifikan, terutama karena beberapa macam  aktivitas, seperti pertambangan, pembakaran bahan bakar fosil,  penggunaan pestisida, herbisida, pengawetan tanaman, dan zat tambahan  berbasis arsenik untuk pengawetan bahan makanan ternak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- sumber alamiah arsenik --&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Secara alamiah, arsenik dapat bersumber dari beberapa mineral, seperti  arsenolit [As&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;], skorodit [FeAsO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;·2H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O], austinit  [CaZn(AsO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;)OH], pirit berarsen [Fe(S,As)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;],  arsenopirit [FeAsS], loelingit [FeAs&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;], realgar [AsS],  orpimen [As&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;], kobaltit [CoAsS],  dan nikolit [NiAs]. Mineral-mineral ini umumnya dalam bentuk padat,  sehingga belum berbahaya bagi mahluk hidup khususnya manusia. Dalam  lingkungan air, arsenik lebih banyak dalam bentuk anorganik, organik,  dan biologi. Bentuk-bentuk penting arsenik di alam meliputi: (a)  kelompok arsenik anorganik, seperti arsin [AsH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;], arsenit  [As(OH)&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;], arsenat [atau asam arsenik,  H&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;AsO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;]; (b) kelompok arsenik metil,  seperti metilarsin [AsH&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;], trimetilarsin  [As(CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;]; (c) kelompok organoarsenik, seperti  arsenokolin  [(CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;AsCH&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CH&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O],  roksarson [C&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;AsNO&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;]; dan (d)  lipida organoarsenik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- bagaimana prilaku arsen di lingkungan --&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Di lihat dari jenis-jenis ikatan kimia arsenik di atas, maka arsenik  dapat hadir dalam beberapa kondisi dan bentuk oksidasi dalam tanah dan  air. Dalam air, As dapat hadir dalam kondisi oksidasi +5, +3, 0, dan -3. Arsenit, As(III), dan arsin (AsH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;, dimana  kondisi oksidasi As adalah -3) mempunyai sifat yang jauh lebih beracun  daripada arsenat, As(V). Oksida mangan (III/IV) dapat mengoksidasi  As(III) menjadi As(V). Kehadiran oksida mangan pada lingkungan yang  mengandung As(III) dapat melemahkan kekuatan racun dari arsenik  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- bagaimana pengaruh arsen terhadap kesehatan --&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagaimana pengaruh arsenik terhadap kesehatan manusia? Kemampuan  arsenik sebagai suatu racun dan "curative" telah diketahui  oleh manusia sejak dulu, namun mekanisme biokimia secara lebih rinci  dibalik pengaruhnya cukup komplek dan tidak lengkap. Organ manusia  dapat memetabolis arsenik melalui beberapa mekanisme, seperti reaksi metilasi, oksidasi dan reduksi, dan terikat dalam protein. Toksisitas  dari arsenik dapat terjadi melalui dua macam skenario.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- bagaimana dengan arsen antropogenik --&gt;&lt;!-- kegunaan arsen --&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,sans serif,helvetica;"&gt;&lt;b&gt;Saran bacaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;li&gt;Fuge, R. (2005) &lt;i&gt;Anthropogenic sources.&lt;/i&gt; &lt;u&gt;Dalam&lt;/u&gt;: Selinus,     O., B.J. Halloway, J.A. Centeno, R.B. Finkelman, R. Fuge, U. Lindh,     P. Smedley (eds), Essentials of medical geology: Impacts of the      natural environment on public health. pp. 43-60.&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Hopenhayn, C. (2006) &lt;i&gt;Arsenic in drinking water: Impact on human     health.&lt;/i&gt; Elements &lt;b&gt;2&lt;/b&gt;: 103-107.&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Smedley, P. &amp;amp; D.G. Kinniburgh (2005) &lt;i&gt;Arsenic in groundwater     and the environment.&lt;/i&gt; &lt;u&gt;Dalam&lt;/u&gt;: Selinus, O., B.J. Halloway,      J.A. Centeno, R.B. Finkelman, R. Fuge, U. Lindh, P. Smedley (eds),      Essentials of medical geology: Impacts of the natural environment      on public health. pp. 263-299..&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Vaughan, D.J. (2006) &lt;i&gt;Arsenic.&lt;/i&gt; Elements &lt;b&gt;2&lt;/b&gt;: 71-75.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-986138889796747289?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/986138889796747289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=986138889796747289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/986138889796747289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/986138889796747289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/munir-yang-malang-arsenik-karakteristik.html' title='Munir yang malang: arsenik, karakteristik dan sumber alaminya'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-7987270549403400260</id><published>2007-08-09T06:04:00.000-07:00</published><updated>2007-12-05T05:03:26.246-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Emas: diburu dan memburu</title><content type='html'>&lt;!-- apa gerangan emas itu? --&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;i&gt;Sepanjang abad laki-laki dan perempuan telah menghargai emas,  bahkan banyak di antara mereka telah mempunyai keinginan yang  memaksakan untuk menumpuk sejumlah besar dari emas tersebut -  keinginan yang memaksakan, pada kenyataannya bahwa keinginan gila  untuk mencari dan menimbun sangat tepat disebut sebagai "demam emas."  (Kirkemo, et al, 1998)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Emas merupakan salah satu bahan galian logam yang bernilai tinggi baik  dari sisi harga maupun sisi penggunaan. Logam ini juga merupakan logam  pertama yang ditambang karena sering dijumpai dalam bentuk logam  murni. Bahan galian ini sering dikelompokkan ke dalam logam mulia  &lt;i&gt;(precious metal)&lt;/i&gt;. Penggunaan emas telah dimulai lebih dari 5000  tahun yang lalu oleh bangsa Mesir. Emas digunakan untuk uang logam dan  merupakan suatu standar untuk sistem keuangan di beberapa negara. Di  samping itu emas juga digunakan secara besar-besaran pada industri  barang perhiasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- dimana bisa ditemukan? --&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagaimana dan dimana emas bisa ditemukan? Emas secara alamiah dapat  dijumpai pada beberapa mineral, seperti emas murni, silvanit,  kalaverit, krenerit, nagyagit, elektrum, dan uytenbogaardtit. Emas  murni &lt;i&gt;(native gold)&lt;/i&gt; mengandung sekitar 2-20% perak dan 0,1-0,5%  tembaga. Elektrum adalah emas yang mengandung 30-50% perak.  Berdasarkan hasil analisis geokimia, kandungan emas rata-rata di  permukaan bumi (kerak bumi) sebesar 0,002 g/t (gram per ton). Jumlah  ini tentu sangat kecil sekali. Dapat disebandingkan dengan jika kita  mengambil 1 liter air laut kita akan mendapatkan 0,01 mikro gram. Akan  tetapi mengapa di beberapa tempat tertentu dijumpai emas dalam jumlah  besar? Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan emas terkumpul di  tempat itu? Mungkin jawaban dari pertanyaan ini akan sulit dicerna  tanpa pengetahuan dasar geologi yang memadai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Ada tiga hal penting dalam membahas pembentukan emas, yaitu 1) suatu  reservoar yang mengandung emas meskipun dalam kadar yang tidak begitu  besar, 2) larutan airpanas yang dapat membawa emas ke tempat  penjebakan, dan 3) tempat penjebakan. Emas dapat dijumpai dalam jumlah  cukup besar pada inti bumi dan batuan-batuan yang berukuran halus,  seperti lempung hitam. Dua hal ini merupakan reservoar potensial dari  logam emas ini. Terdapat sedikit perbedaan antara pengertian reservoar  di dunia minyakbumi dengan endapan logam. Reservoir di dunia minyakbumi  lebih kepada tempat dimana minyak dapat berakumulasi sedangkan reservoar  pada endapan logam (&lt;a href="http://earthref.org/GERM/" target="_blank"&gt;reservoar geokimia&lt;/a&gt;) merupakan tempat dimana asal  logam pertama ditemukan sebelum mengalami akumulasi menjadi ekonomis,  misalnya intibumi, mantel, kerak bumi, MORB, C1-chondrite, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Untuk memindahkan emas dari reservoar ke tempat yang  dapat diambil diperlukan suatu pengangkut, yang dalam hal ini berupa  larutan airpanas (larutan hidrotermal). Mengapa harus airpanas? Karena  hanya airpanas yang dapat mengangkut bermacam-macam logam di alam  (lihat tulisan &lt;a href="http://warmada.blogspot.com/2007/08/mandi-air-panas-mencuci-dengan-air.html"&gt;"Mandi airpanas ..."&lt;/a&gt;).  Airpanas ini dapat berasal dari tiga macam, yaitu: 1) air meteorik  yang bersinggungan dengan magma/batuan beku yang panas, 2) air  magmatik, dan 3) air pori batuan sedimen yang terkena metamorfosa. Di  samping itu harus ada suatu ligan yang dapat menyebabkan emas dapat  larut ke dalam larutan hidrothermal, misalnya larutan komplek sulfida,  larutan komplek klorida dan larutan tiokomplek. Jenis larutan yang  mengangkut emas tergantung dari tipe endapan emas yang dikelompokkan  berdasarkan perbedaan suhu pembentukannya (pembahasan mengenai  tipe-tipe endapan emas akan dibahas pada artikel yang lain).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dalam proses geokimia, emas biasanya dapat diangkut dalam bentuk  larutan komplek sulfida atau klorida. Proses pengangkutan emas dapat  dilihat pada reaksi berikut:&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;[Au(HS)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;]&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt; + H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; + 1/2 H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O  = Au&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt; + 2H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S + 1/4O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Dari reaksi ini dapat dilihat bahwa pengendapan emas sangat tergantung  kepada besarnya perubahan pH, H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S, oksidasi, pendidihan,  pendinginan, dan adsorpsi oleh mineral lain. Sebagai contoh, emas akan  mengendap jika suasana menjadi sedikit basa dan terjadi perubahan dari  reduksi menjadi oksidasi. Atau emas akan mengendap jika terikat  mineral lain, seperti pirit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- ketika emas tidak lagi bersahabat:  emas sebagai pemburu kematian? --&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Emas murni sangat mudah larut dalam KCN, NaCN, dan Hg (air raksa).  Sehingga emas dapat diambil dari mineral pengikatnya melalui  amalgamasi (Hg) atau dengan menggunakan larutan sianida (biasanya  NaCN) dengan karbon aktif. Di antara kedua metode ini, metode  amalgamasi paling mudah dilakukan dan tentunya dengan biaya yang  relatif rendah. Hanya dengan modal air raksa dan alat pembakar, emas  dengan mudah dapat diambil dari pengikatnya. Metode ini umumnya  dipakai oleh penduduk lokal untuk mengambil emas dari batuan  pembawanya. Namun, cara ini (amalgamasi, Red) tidak hanya menuai  keuntungan, kematian juga dapat sewaktu-waktu memburu manusia yang  berada di sekitar daerah penambangan. Kok bisa sesadis itu? Nantikan  jawabannya di cerita lain tentang lingkungan pertambangan... (mungkin akan berjudul, "Sisi gelap lingkungan di sekitar tambang...).  &lt;!-- jelaskan bagaimana kerja Hg pada manusia --&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-7987270549403400260?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/7987270549403400260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=7987270549403400260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7987270549403400260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7987270549403400260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/emas-diburu-dan-memburu.html' title='Emas: diburu dan memburu'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-7492977423742706739</id><published>2007-08-09T05:44:00.000-07:00</published><updated>2007-09-01T06:19:30.380-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geogaul'/><title type='text'>Gempa bumi, apanya yang bergoyang??</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Istilah goyang, dalam benak kita akan langsung tertuju kepada lagu  dangdut yang sarat dengan goyang pinggul baik penyanyinya maupun  penontonnya yang saling interaktif. Nah, kalau kita memindahkan "main  set" pikiran kita ke panggung dangdut, kita akan bisa membayangkan ada  tiga hal yang bisa bergoyang... penyanyinya (dan tentunya penontonnya  juga), panggungnya (barangkali karena tidak kuat menahan beban) atau  landasannya alias buminya yang bergoyang. Lho, kok bisa bumi menjadi  bergoyang? Bumi bergoyang atau istilah kerennya gempa bumi (bahasa  londonya, &lt;i&gt;earthquake&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;erdbeben&lt;/i&gt;). Ini bisa saja  terjadi, pas ada pentas dangdut terjadi gempa bumi. Iihhh seremmm.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="75%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;img src="http://warmada.staff.ugm.ac.id/GeoGaul/images/gt15-subduction-factory.gif" /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;span style="font-size:-2;"&gt;&lt;b&gt;Gambar 1:&lt;/b&gt; Peran "subduction factory" dalam evolusi Bumi (Tatsumi, 2005 dalam GSA Today)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;!-- mengapa bergoyang dan kok gak terasa? --&gt;  Mengapa bumi bergoyang atau mengalami gempa bumi? Ada banyak macam  peristiwa yang bisa menyebabkan bumi bergoyang, misalnya tanah  tiba-tiba longsor (gempa bumi ringan atau sifatnya lokal saja), tanah  tiba-tiba ambles karena ada rongga di bawah permukaan bumi (terutama di  daerah-daerah yang batuan dasarnya batugamping), ledakan dinamit,  lapisan bumi mengalami patahan (yang diakibatkan oleh aktivitas  tektonik), dan aktivitas gunungapi. Dari ketiga macam penyebab ini yang  paling penting adalah aktivitas tektonik. Aktivitas ini disebabkan  adanya pergerakan lempeng. Konon bagian permukaan bumi ini terdiri atas  beberapa lempeng yang saling bergerak relatif satu terhadap lainnya.  Pergerakan lempeng ini (juga) konon disebabkan oleh adanya arus  konveksi di bawah lempeng (meskipun sampai saat ini masih menjadi  kontroversi). Mungkin hal ini sulit dibayangkan, apalagi bumi yang  sedemikian luas. Lalu, apa yang terjadi jika lempeng saling begerak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Untuk mempermudah memahami teori ini, bayangkan di atas suatu air yang  sedang dimasak (contoh arus konveksi di sekitar kita) diletakkan  sebuah papan yang mengapung. Papan akan bergerak ke kiri atau ke kanan  searah dengan arah arus konveksi itu. Tetapi jangan dibayangkan  lempeng permukaan bumi bergerak seperti itu... semua bangunan di atas  bumi bisa rata dengan tanah. Pergerakan lempeng biasanya mempunyai  kecepatan hingga 12-an cm pertahun. Jadi kalau dibagi dalam hitungan  jam (menjadi 1,369863 × 10&lt;sup&gt;-8&lt;/sup&gt; km/jam), pergerakannya  tidak akan terasa. Mungkin jalan semutpun masih lebih cepat. Namun,  apakah pergerakan bumi konstan? Harus diingat bahwa bumi sangat  dinamis... Dinamika bumi inilah yang kadang memberikan kejut(-an) dan  kadang diam saja. Kejutan mendadak inilah yang kita rasakan sebagai  gempabumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;!-- bumi patah dan meliuk-liuk --&gt; Bagimana lapisan bumi bisa patah atau meliuk-liuk? Jangankan lapisan  bumi yang keras begitu, hati saja bisa patah (jadi inget nih sama  salah satu lagu dangdut, hik). &lt;i&gt;Maaf hanya untuk mengacaukan pikiran  pembaca saja.&lt;/i&gt; Btw, bagaimana bumi mengalami perliukan (istilah  geologinya perlipatan) dan pensesaran (patahan)? Mari kita menghayal  lagi! Bayangkan jika anda mendorong bagian atas dari kue lapis yang  lezat. Jika tanpa batas, lapisan ini akan bergerak leluasa. Namun jika  ada pembatas, lapisan akan meliuk-liuk seperti gelombang dan kalau  tenaga dorongnya kuat lapisan ini bisa patah. Jadi, gesekan antar  material keras yang saling bersinggungan bisa menghasilkan getaran  atau energi yang kuat, begitu juga dislokasi antar lapisan. Getaran  inilah yang akan menyebabkan bumi bergoyang alias gempabumi. Maka dari  itu, hindari membangun rumah di sekitar daerah patahan atau daerah  yang rentan mengalami patahan/longsor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;!-- apa sih untungnya ada gempa? --&gt; Lalu, apa sih sisi manis dari gempa ini? Tulisan ini tidak akan  meninjau gempa bumi dari sudut sosial, karena dari pandangan ini sudah  pasti tidak akan ada istilah sisi manis, melainkan sisi pahit, seperti  kerugian harta benda dan bahkan nyawa. Kita akan melihatnya dari sudut  geologi ekonomi.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;!-- apa sih untungnya ada gempa? --&gt; Gempabumi dapat dipandang dari dua hal, proses dan  hasil. Proses yang menyebabkan gempabumi adalah tektonik atau  aktivitas gunungapi. Sedangkan hasil dari gempa bumi ini adalah  terbentuknya retakan-retakan pada kerak bumi. Nah, retakan ini akan  menciptakan peningkatan porositas batuan dari yang tadinya pejal  menjadi berpori oleh karena retakan.  Biasanya aktivitas tektonik diiringi oleh aktivitas magmatik  (pembentukan magma atau lelehan batuan). Magma dengan mobilitas tinggi  akan bergerak sepanjang zona lemah (retakan) yang terbentuk pada waktu  gempa berlangsung. Unsur-unsur logam yang bernilai ekonomis biasanya  larut dalam magma dan akan terbawa oleh magma lebih dekat ke permukaan  bumi. Aktivitas air meteorik yang menyinggung magma ini (lihat tulisan  &lt;a href="http://warmada.blogspot.com/2007/08/mandi-air-panas-mencuci-dengan-air.html"&gt;"Mandi airpanas ..."&lt;/a&gt;) akan membentuk larutan hidrotermal yang mudah melarutkan logam-logam bernilai  ekonomis baik dari magma maupun batuan sekitarnya. Zat terlarut pada  larutan hidrotermal inilah yang akan berakumulasi pada daerah-daerah lemah tadi. Selain bisa diisi oleh unsur logam, retakan tadi juga bisa sebagai tempat mangkalnya minyak bumi, jika persyaratan untuk terbentuk dan migrasinya minyak bumi terpenuhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt; &lt;!-- apa sih untungnya ada gempa? --&gt; Demikian kira-kira ngobrol-ngobrol kita tentang sisi menarik gempa  bumi. Sekarang ini gempa bumi menghancurkan kita, tetapi kira-kira  sejuta tahun lagi, anak cucu kitalah yang akan menikmatinya...:-).  Namun, yang paling penting adalah bagaimana kita hidup harmonis di  atas Bumi yang sangat dinamis ini. Mari belajar pada saudara tua kita, Jepang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- persiapan ketika gempa --&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,geneva,san serif;"&gt;&lt;b&gt;Saran bacaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;li&gt;Kious, W.J., Tilling, R.I., 1996. &lt;i&gt;This Dynamic Earth: The      story of Plate Tectonics.&lt;/i&gt; &lt;a href="http://pubs.usgs.gov/gip/dynamic/dynamic.html" target="_blank"&gt;On-Line Edition&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lahr, J.C., 1999. &lt;i&gt;How to build a model illustrating Sea-Floor spreading and subduction.&lt;/i&gt; Open-File Report 99-132, &lt;a href="http://pubs.usgs.gov/of/1999/ofr-99-0132/" target="_blank"&gt;On-Line Edition&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tatsumi, Y., 2005. &lt;i&gt;The subduction factory: How it operates in      the evolving Earth.&lt;/i&gt; GSA Today &lt;b&gt;15&lt;/b&gt;: 4-10.&lt;/li&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-7492977423742706739?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/7492977423742706739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=7492977423742706739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7492977423742706739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/7492977423742706739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/gempa-bumi-apanya-yang-bergoyang.html' title='Gempa bumi, apanya yang bergoyang??'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-1193144081989659221</id><published>2007-08-09T05:21:00.000-07:00</published><updated>2007-12-05T05:04:05.825-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Inklusi fluida: si kecil yang hiperaktif</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Terminologi inklusi sering digunakan untuk menamakan  terjebaknya material asing pada suatu material yang  homogen, misalnya zirkon atau apatit pada kuarsa dari  suatu batuan beku. Pada bidang mineralogi/petrologi  kita mengenal beberapa macam inklusi, seperti inklusi  mineral, inklusi fluida &lt;em&gt;(fluid inclusion)&lt;/em&gt; dan inklusi  gelas atau lelehan &lt;em&gt;(melt inclusion)&lt;/em&gt;. Ketiga macam  inklusi ini dapat digunakan untuk mengetahui proses  dibalik terbentuknya mineral yang diinklusinya. Tulisan  ini hanya akan membahas mengenai inklusi fluida dan  manfaatnya dalam eksplorasi endapan bijih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan alat bantu yang  semakin baik memberikan dampak kepada variabel  pengamatan yang semakin lebar dan semakin spesifik,  misalnya mikroskop dengan sinar inframerah atau  kathodoluminescens dapat digunakan untuk mengamati  mineral yang tidak dapat ditembus/dibedakan dengan  cahaya biasa atau terpolarisasi. Sebagai contoh  pengamatan inklusi fluida pada pirit hanya dapat  dilakukan dengan sinar inframerah karena pirit bersifat  isotropik yang tidak dapat ditembus baik oleh sinar  biasa maupun terpolarisasi, atau penentuan zonasi  perkembangan kristal atau retakan mikro sangat mudah  dengan menggunakan sinar kathodoluminescens.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mengapa inklusi fluida? Inklusi fluida adalah inklusi  yang terperangkap sebagai zat cair yang sebagian besar  masih dalam bentuk cairan pada suhu permukaan. Inklusi  ini (terutama yang primer) terbentuk bersamaan dengan  mineral yang memperangkapnya, sehingga karakteristik  fisik/kimia dari larutan pembawa mineral tersebut akan  mempunyai kemiripan dengan larutan yang terperangkap  sebagai inklusi fluida. Dengan demikian, inklusi fluida  dapat digunakan antara lain untuk mengetahui lingkungan  fisika dan kimia pembentukan endapan bijih; suhu,  tekanan, dan komposisi larutan hidrotermal, menentukan  batas boiling, evolusi suhu dan tekanan pada cekungan  minyak bumi (khusus pada inklusi fluida yang mengandung  minyak bumi) dan membuat zonasi suhu pada eksplorasi geotermal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" width="402"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="center" width="201"&gt;&lt;img src="http://warmada.staff.ugm.ac.id/GeoGaul/images/fluidA-small.jpg" border="0" height="133" width="200" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="201"&gt;&lt;img src="http://warmada.staff.ugm.ac.id/GeoGaul/images/meltB-small.jpg" border="0" height="133" width="200" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;b&gt;Gambar 1:&lt;/b&gt; Inklusi fluida dan lelehan. a) inklusi fluida. b)  inklusi lelehan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Bagaimana cara menemukan inklusi fluida? Hampir semua  mineral yang pernah dilewati atau yang terbentuk dari  hasil presipitasi larutan hidrotermal dapat mengandung  inklusi fluida, misalnya kuarsa, kalsit, fluorit,  jasperoid, sfalerit, dan pirit. Untuk mempelajari  inklusi dapat dilakukan dengan membuat asahan tebal  terpoles ganda &lt;em&gt;(double polished section)&lt;/em&gt; dengan tebal  50 -- 150 µm tergantung jenis mineral pembawanya.  Asahan ini dapat diamati di bawah mikroskop baik dengan  sinar biasa, inframerah atau kathodoluminescens.  Petrografi inklusi fluida merupakan hal yang sangat  penting di dalam pemakaian inklusi untuk mendukung  studi selanjutnya. Pengamatan yang terpenting di dalam  petrografi, meliputi jenis inklusinya, apakah primer,  sekunder atau pseudosekunder. Untuk kepentingan  selanjutnya, hanya inklusi yang berjenis primer dan  pseudosekunder saja yang dapat dianalisis. Selain jenis  inklusi, hubungan antara paragenesis mineral bijih  dengan inklusi yang diambil baik dari mineral bijih  maupun mineral pengotor &lt;em&gt;(gangue mineral)&lt;/em&gt; juga harus  diketahui dengan jelas. Ini akan dapat menjelaskan  kronologi pembentukan mineral dan perubahan P, T, dan X  hidrotermal selama pengendapan endapan bijih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Analisis apa saja yang dapat diterapkan pada inklusi  fluida? Ada dua macam analisis yang dapat diterapkan  pada inklusi fluida, yaitu analisis tanpa penghancuran  (non-destructive analysis) dan analisis dengan  penghancuran (destructive analysis). Analisis tanpa  penghancuran biasanya digunakan dengan alat optis,  misalnya mikroskop. Analisis ini dapat digunakan untuk  menentukan komposisi secara analitik dan  mikrotermobarometri. Analisis dengan penghancuran  dilakukan dengan menghancurkan dinding penyangga  inklusi. Analisis ini dapat digunakan untuk mengetahui  komposisi larutan atau gas dengan lebih detail,  misalnya dengan alat Raman spectrometry, ICP-MS, atau  Gas Chromatography. Atau penghancuran inklusi dapat  juga dilakukan secara langsung untuk mengetahui ada  tidaknya gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Data apa saja yang dapat diperoleh dari analisis  inklusi fluida dan bagaimana memanfaatkannya dalam  eksplorasi endapan bijih? Secara langsung, data-data  yang dapat diperoleh dari analisis inklusi fluida  meliputi: suhu, salinitas, tekanan, beratjenis cairan,  dan komposisi komponen yang terjebak. Salah satu  variabel yang dapat digunakan untuk pembeda suatu model  endapan bijih adalah suhu pembentukannya. Data suhu  yang diukur dari inklusi fluida dapat digunakan untuk  menentukan model endapan bijih secara global, misalnya  endapan epitermal umumnya dapat dijumpai pada suhu 150  -- 250 °C. Pada endapan mesotermal suhu berkisar antara  250 -- 350 °C, sedangkan pada endapan porfiri suhu  pembentukannya relatif tinggi (&gt;400 °C). Kehadiran  H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O-CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; yang mengandung  CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;-cair dan gas hanya terbentuk pada  lingkungan dalam (paling tidak beberapa kilometer),  dapat dijadikan batas target mineralisasi epitermal.  Salinitas dan komposisi cairan pada inklusi fluida  dapat digunakan untuk menginterpretasi kondisi kimia  larutan hidrothermal (agen transport dan mekanisme  presipitasi mineral). Sebagai contoh, inklusi dengan  salinitas rendah atau mendekati netral dapat  diinterpretasikan bahwa fluida hidrotermal didominasi  oleh kompleks sulfida. Pada kondisi ini emas-perak  lebih memungkinkan tertransport dibandingkan logam  dasar. Sebaliknya, inklusi dengan salinitas tinggi  mengindikasikan fluida kaya akan ion Cl&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt; atau kompleks  klorida. Fluida semacam ini dapat mengangkut logam  dasar dengan mudah. Namun, hal ini sangat tergantung  kepada suhu dan tekanan ketika fluida itu mengalir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Demikian uraian singkat mengenai inklusi fluida, si  kecil yang hiperaktif. Bagi pembaca yang tertarik belajar  tentang ini, silakan baca buku Roedder (1984) sebagai  pengetahuan dasar tentang inklusi (fluida dan lelehan)  dan Andersen, et al. (2001) edisi khusus majalah Lithos  mengenai inklusi fluida tingkat lanjut.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-1193144081989659221?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/1193144081989659221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=1193144081989659221' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1193144081989659221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/1193144081989659221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/inklusi-fluida-si-kecil-yang-hiperaktif.html' title='Inklusi fluida: si kecil yang hiperaktif'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4739989151011831373.post-655082694147507449</id><published>2007-08-09T05:08:00.000-07:00</published><updated>2007-12-05T05:04:50.758-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mineralisasi'/><title type='text'>Mandi air panas, mencuci dengan air sadah</title><content type='html'>&lt;span style=""&gt;Di beberapa tempat baik di Jawa, maupun di pulau lain di Indonesia kita dapat menjumpai tempat pemandian air panas alam &lt;i&gt;(hot water)&lt;/i&gt; yang biasanya berdekatan dengan gunungapi, baik masih aktif atau sudah mati, atau pada  daerah patahan. Suhu airpanas ini berkisar dari 30 °C sampai 100 °C. Umumnya airpanas ini mempunyai kandungan belerang cukup tinggi, sehingga  orang-orang memanfaatkannya untuk penyembuhan aneka macam penyakit kulit. Lalu,  apa yang terpikir dalam benak seorang ahli geologi/geokimia? Apakah hanya mandi  atau mengobati penyakit kulit?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Sadar atau tidak, kita sering melakukan hal-hal yang jarang kita pikirkan,  misalnya menghilangkan kaki gatal dengan air hangat (atau panas kalau gatalnya sudah bebal...:-P). Melepaskan kotoran kaki di air hangat jauh lebih mudah  dibandingkan dengan di air dingin. Kotoran lebih mudah dilepaskan meskipun  tanpa sabun. Begitu juga, beberapa alat pembersih sering kita lihat menggunakan  uap air (yang tentunya panas) untuk mempercepat proses pembersihan. Mengapa  demikian? Secara kimiawi air yang panas dapat memecah senyawa atau mineral  menjadi ion yang mudah diikat oleh air (H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O), sehingga kotoran yang  terikat dikulit dengan mudah dapat dilepaskan dan bergabung dengan ion-ion air.  Kalau di dunianya orang-orang kimia, pemanasan dapat mempercepat reaksi. Mirip dengan memasak bumbu, bandingkan hasil masakan dengan suhu yang bervariasi.  Tentunya tidak ada yang mau mencicipi bumbu yang dimasak dengan suhu rendah,  so pasti akan terasa aneh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Lain airpanas, lain juga air sadah (air sedikit asam). Air ini berasal dari air  hujan yang selama perjalanannya mengikat karbon dioksida dari udara, sehingga  membentuk asam bikarbonat. Air yang agak asam ini dapat melarutkan kalsium dan  magnesium yang terkandung dalam batuan-batuan seperti batu kapur (batu gamping)  dan dolomit. Air ini juga dapat melarutkan sedikit mineral-mineral tertentu yang  mengandung besi. Bisakah air ini digunakan untuk mencuci? Kalau masih menggunakan sabun biasa barangkali akan sulit air ini melepaskan kotoran karena kaki ion air terlanjur mengikat logam-logam di atas (kalsium, magnesium, dan besi). Untuk  memanfaatkan air ini, maka ikatan tersebut harus dilepas, yaitu dengan  menambahkan natrium karbonat (soda cuci). Reaksi pertukaran ion ini dapat menyebabkan logam-logam di atas membentuk zat padat seperti kalsium karbonat (kalsit), magnesium karbonat (magnesit) atau besi karbonat (siderit). Zat padat ini dengan mudah akan terendapkan, sehingga kesadahan air menjadi berkurang.  Dengan demikian sabun dapat berfungsi normal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Uraian di atas dapat kita gunakan sebagai analogi untuk mempelajari larutan hidrotermal (air panas alam yang sedikit atau asam). Seperti telah dijelaskan di atas, air panas dan asam sangat mudah melepas dan mengikat ion logam. Begitu juga di alam, airpanas (atau istilah kerennya hidrotermal) sangat mudah memecah mineral menjadi ion-ion, misalnya ion K&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;, Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;, Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt;, Mg&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt;, atau M&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; dan melarutkannya, lalu membawanya kemana pun dia mengalir. Dari sini dapat kita lihat, larutan hidrothermal sangat mudah mengangkut logam, baik logam mulia maupun logam-logam yang lainnya. Jenis logam yang dapat diangkut atau dilarutkan sangat tergantung kepada suhu, tekanan, dan kehadiran senyawa kompleks tertentu di dalam larutan. Hampir sama dengan mandi atau mencuci, ditergen atau sabun mandi dapat  mempercepat reaksi antara kotoran yang akan dilepas dengan air. Dari sudut kimia  tambahan senyawa ini disebut dengan istilah &lt;i&gt;ligand&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam larutan hidrotermal, ligand berfungsi untuk mempercepat reaksi pengikatan logam oleh larutan pengangkutnya. Larutan yang kaya akan klor dan umumnya mempunyai suhu yang relatif tinggi sangat mudah membentuk senyawa klorida kompleks di dalam larutan. Senyawa klorida kompleks sangat mudah mengangkut logam dasar, seperti tembaga (Cu), timbal (Pb), seng (Zn) atau PGE (platinum group elements) ataupun emas (Au). Pada suhu relatif rendah dan dalam suasana mendekati netral (sedikit asam), senyawa komplek sulfida atau tiosulfat (kalau  asam) mendominasi ligan dalam larutan hidrotermal. Ligand jenis ini sangat mudah mengangkut logam-logam mulia, seperti emas, perak dan platina pada suhu rendah. Di lihat dari sifatnya yang sangat korosif bagi yang dilaluinya, maka seandainya larutan ini melewati suatu batuan, batuan ini akan mengalami pelarutan atau  ubahan, yang dikenal dengan istilah ubahan hidrotermal (yang agak kebarat-baratan bisa menggunakan istilah alterasi hidrotermal). Ubahan hidrotermal ini dapat digunakan untuk mencari jejak larinya larutan hidrotermal, karena seperti  dijelaskan di atas, larutan ini membawa logam-logam berharga yang sewaktu-waktu  dapat mengendap. Sebagai seorang pemburu logam, jejak inilah yang mesti  diperhatikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Demikian sekelumit tentang mandi dan mencuci yang ditulis dengan gaya  ngalor-ngidul. Semoga dapat diambil manfaatnya...!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4739989151011831373-655082694147507449?l=warmada.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warmada.blogspot.com/feeds/655082694147507449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4739989151011831373&amp;postID=655082694147507449' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/655082694147507449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4739989151011831373/posts/default/655082694147507449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warmada.blogspot.com/2007/08/mandi-air-panas-mencuci-dengan-air.html' title='Mandi air panas, mencuci dengan air sadah'/><author><name>warmada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15177210092029799205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://warmada.staff.ugm.ac.id/Photos/private/images/wayan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
